Will I Fly?

I wanna fly. Loosen the tie, erase the burden on both shoulders. I am so gonna fly, somehow just, will I?

Advertisements

Mehe mehe

Selamat malam pengunjung blog. Abis nyulik kartu sim modem dan dipake ke hp buat ngeupdate hp yg udah sebulanan didiemin gegara gapunya duit beli pulsa. *have to know info!*

HAHAHAHA

Mau ngomong apa ya? Malem ini saya jadi seonggok daging di atas kasur dengan mata setengah melek dan tangan yang udah mulai pegel ngetik di layar 3 inch yang serba terbatas ini. Oh shakira, kenapa kau begitu kecil!!!

Jdaar.

Duh apa bet lah ini.
Awalnya mau curhat sih *sedot ingus* oke, ini ingus beneran.
Semakin drop setelah pulang dari les dan sempat mampir ke trona, salah satu mall di jambi yang nggak mirip mall buat beli tinta dataprint printer canon. Untung catridgenya ga rusak setelah saya suntik pake tinta printer HP.

Dengan dua ulangan kimia dan biologi yg siap menyerbu, saya masih setia bermesraan dengan kasur ini.

Udah ah, sekian ngaco bin mehe mehenya, eh, emang tau arti mehe mehe? Tenang, kalo ga tau, berarti kamu normal.

Mehe mehe itu istilah sableng dari sati ff entah lupa namanya yang authornya juga gatau apa.

Dan mehe2 disini, err, kita patenkan aja lah ya jadi bentuk muka orang flu yang udah bengep buang ingus nonstop 2 menit, dan ditekankan, mehe mehe ini sama sekali tidak berhubungab secara langsung maupun tidak dengan
acara pencarian misalnya ingus kandung yang terbuang.

Udah ah capek

Percaya deh, kalo ada yang mau baca postingan ini sampe abis, dia dapet gelar the most mehemehe persong of the year.

Pai pai~

Selamat bobok cantik.

Imitation

Imitation

Cast: Seo Eunkyung, Choi Minho, Others

Genre: Unlisted (?)

Rating: Limited (?)

Length: Drabble, eh?

BGM: Infinite Can You Smile (Remake)

GEJE ALERT!

Summary: I thought it wasn’t more than ‘adoring’

 

Eunkyung’s Pov

Namanya Choi Minho. Dia kakak kelasku kelas 11-5, dan suka bermain sepak bola tanpa gawang. Hanya itu yang ku tahu tentangnya, Choi Minho. Awalanya sangat aneh, hingga aku bisa sedikit tertarik atau sangat tertarik atau tertarik-tarik, atau. . . lupakan.

Dia selalu diceritakan oleh teman sekelasku. Pada awalnya aku sama sekali tidak mengerti dan tidak ingin mengerti tentang apa yang mereka bicarakan begitu hebohnya.

Siang itu, temanku Lee Hyesu menyeretku ke perpustakaan. Jangan tanyakan apa ia benar-benar menyeretku atau tidak. Di meja berbentuk persegi, dengan 4 kursi yang mengelilinginya, seorang teman yang bernama Han Mikyong tengah menanti kami di sana, sementara si kembar Jinae dan Jinhye berjalan-jalan mengelilingi perpustakaan, berlagak ingin membaca buku, padahal yang mereka lakukan hanya menarik buku dari rak, dan mengembalikannya asal, atau kata lainnya mereka bisa disebut mengacaukan perpustakaan.

Kembali ke bagian Hyesu yang menyeretku tadi. Ia mendudukkanku di sebuah kursi di samping Mikyong. Dengan antusias mereka berdua membolak-balik sebuah majalah yang ada di depan Mikyong, majalah yang kemarin baru saja dibeli Hyesu di toko buku di depan sekolah.

“Mikyong-ah, buka halaman yang tadi!” Perintah Hyesu pada Mikyong, dengan menurut Mikyong membalik beberapa halaman majalah sekaligus hingga ia berhenti di lembar yang memuat gambar 5 orang berwajah good looking alias tidak malu-maluin untuk di bawa ke kondangan (?)

Ke lima orang tersebut ternyata tergabung dalam sebuah boygroup, mereka adalah penyanyi beraliran pop contemporer. Dan berawal dari majalah itu, tiba-tiba Mikyong langsung ‘menjodohkanku’ pada seorang anggota dari boygroup tersebut.

“Eunkyung-ah, muka dia mirip pak pendeta, kau dengan yang ini saja, cocok!”

Aku menatap Mikyong skeptis, apatis, sarkastis dan tis tis yang lainnya.

“Aku dengan yang ini saja!” tunjukku pada seorang lagi, laki-laki berwajah lembut dan gaya rambut yang paling berbeda di antara ke-4 laki-laki yang lain.

“Shirreo! Dia pasanganku, kau sama pak pendeta saja!”

Dan aku hanya tersenyum kecut menanggapinya.

“Kalau Hyesu yang mana?” tanyaku.

“Aku yang ini!” tunjuknya di atas gambar sesosok laki-laki yang wajahnya hampir sama dengan 3 yang lain, bahkan aku membedakannya hanya dari baju yang mereka kenakan.

Biasa saja batinku, namun tak kuucapkan secara langsung.

“Kenapa tidak yang ini saja?” usulku pada Hyesu.

“Aku lebih suka dia, alisnya cantik(?)!” ujar Hyesu sambil senyum-senyum malu sendiri.

Anak ini! (¬.¬”)

“Jinae dengan yang mana?” tanyaku lagi.

“Yang mana ya?” gumam Hyesu sambil berose mikir keras.

“Ah, yang ini saja!” tunjuk Mikyong semangat.

Aku menarik Jinae dari acara mengacaukan rak buku bersama teman bertengkarnya, Jinhye.

“Kalian memilihkanku yang paling jelek.” Itu kalimat pertama yang terlontar dari mulut Jinae setelah dengan susah payahnya aku menyeret paksa si kembar untuk melihat majalah.

“Astaga Ae-gi, setampan ini kau bilang jelek!?” histeris Mikyong lebay.

“Kalau kubilang, muka mereka hampir sama semua.” Ujarku pelan disertai anggukan Jinae.

“Dan aku baru mau bertanya, mereka ini laki-laki atau perempuan?”

JDERRR

Jinhye melenggang pergi dengan santai setelah satu pernyataan super sarkasnya.

“Hih, apaan sih kembaranmu! Nyebelin!” sewotan Mikyong kali ini membuat ibu penjaga perpustakaan sewot juga.

“E e e e, si Mikyong nggak bisa lebih berisik ya!”

Baiklah, sangat tidak jelas memang, tapi sejak hari itu, aku pun resmi dijadikan ‘pasangan’ ‘pak pendeta’.

Ketika 2 orang teman sekelasku mengetahui kalau aku telah menjadi fans boygroup yang selama ini mereka berdua gandrungi, kami pun terkena virus fan-girling.

Browsing, surfing sana sini mencari-cari tentang segala jenis informasi tentang boygroup idola kami. Entah itu tanggal lahir, golongan darah, tinggi badan, berat badan, jumlah saudara, makanan kesukaan, warna kesukaan dan funfact yang lain.

Hingga kedua teman sekelasku memberi tahukan seorang sunbae kelas 10-4 (waktu itu) yang sangat mirip dengan idol ‘pasangan’ku alias si ‘pak pendeta’. Dan yang kulakukan hanya mencibir mereka berdua saat membicarakan orang yang mirip ‘pak pendeta’ dengan kelewat antusias.

Waktu itu, bulan Januari 2010, akhir musim dingin, aku akan segera mengikuti ujian kelulusan junior high. Sekolah mengeluarkan kebijakan untuk mengadakan pelajaran tambahan setiap kegiatan belajar rutin selesai, artinya aku harus pulang lebih lambat.

Hujan deras selama beberapa jam akhirnya mulai mereda saat bel pulang sekolah berbunyi. Aku berjalan menyusuri koridor di sepanjang kelas. Walaupun sudah tidak selebat tadi, namun langit masih menyisakan gerimis yang bisa membuat baju seragamku basah jika setengah menit saja aku berdiri di tengah ruangan  terbuka.

Setelah kami pulang, maka siswa tingkat 8, 10, dan 11 masuk, itu sebabnya sekolah sangat ramai. Aku mendatangi beberapa temanku yang kebetulan memang tidak sekelas. Begitu berbincang sebentar, kulihat kedua teman sekelasku berjalan ke arah kami. Hingga kami bukannya cepat-cepat pulang dan menghangatkan diri di rumah, malah sibuk mengobrol.

“Itu dia!” ujar Ranran pelan.

“Siapa?” tanyaku bingung, sementara yang lain ikut-ikutan melemparkan pandangan tidak mengerti pada Ranran.

“Imitasi!”

Sejumlah kepala, termasuk aku langsung menoleh mencari arah yang tadi ditunjukkan Ranran.

“Yang mana?” tanyaku penasaran akan objek yang setahun belakangan santer dijadikan objek pembicaraan kedua teman sekelasku.

“Tunggu, dia akan lewat sini, nanti kuber tahu.”

Dua orang sunbae lewat persis di depan kami.

“Itu, salah satu di antara mereka! Yang sebelah kiri!” ucap Ranran setelah mereka berlalu. Namun aku yang sedari tadi malah melihat jauh ke kerumunan orang yang akan melewati koridor tempat kami berdiri, jadi tidak memperhatikan sosok 2 orang sunbae yang barusan lewat.

“Aduh, aku masih belum lihat!” ujarku.

“Jelas, orangnya dimana, matamu dimana.” Tukas Jinhye.

“Hula! Kenapa semua ngumpul di sini?” Seunhye datang tak diundang dengan senyuman lebar tidak jelas.

“Kami mau lihat si imitasi!” Hyesu yang menjawab sementara yang lain masih ingin melihat sosok imitasi yang belum terlalu jauh.

“Aku penasaran!” seruku, detik berikutnya aku berlari kecil mengikuti 2 orang yang harus kuikuti setelah ditunjukkan Mikyong warna tasnya yang hitam dengan corak merah maroon.

Kedua laki-laki dengan tinggi yang tak jauh beda itu terus saja berjalan memunggungiku. Aku melangkahkan kakiku panjang-panjang untuk memperkecil jarak. Tetapi kulihat salah seorang dari kedua sunbae yang kukuntit membisikkan sesuatu ke temannya.

Di detik berikutnya.

“. . .”

Mereka berdua berbalik ke arahku di saat jarakku dengan mereka tidak sampai 3 meter. Saking gugupnya, aku malah cepat-cepat memutarbalik badanku 180° dengan tidak sempurna, kakiku yang memutar jadi berkelit sendiri membuatku oleng sedikit.

Aku tak tahu apa yang ada di dalam benak sunbaeku, namun yang kudapatkan setelah berbalik adalah teman-temanu dengan berbagai macam ekspresi.

Mula dari menepuk jidatnya kelewat keras,menutup mukanya, bergeleng-geleng kepala, memalingkan muka seolah tidak kenal denganku, dan menertawakanku dengan sukacita.

“Baboya, kenapa malah berbalik?” semprot Seunhye dengan pertanyaannya.

“Refleks.” Singkatku dengan melempar cengiran tak berdosa.

“Seharusnya kau pura-pura terus jalan saja!” tutur Jinae

“Sudah melihat si Choi Minho itu kan?” goda Jinhye.

Aku mengangguk 2 kali.

“Eunkyung, kau lucu sekali tadi!”

“Terima kasih Hyesu!”

“Sama-sama Kukyung!”

Well, it just started from then on.

Choi Minho, kakak kelas yang mirip dengan artis idolaku.

-Not Really End-

 

a.n:        How i miss everyone, everything that’s mentioned here

 

 

Hulala

SELAMAT DATANG!

Ayeyy, setelah sekian lama, akhirnya berakhir juga masa pencarian (?) saya.

Tanggal 5 Juli 2011 pukul 21.47 WIB blog berdomain seounkyung.wordpress.com ini dengan bangga #apabangetlah saya beri nama

HAENGBOX

Kinda weird eh?

Ngeliat blog tetangga yang punya nama bagus-bagus, aku jadi iri karna nama blog mereka itu unik-unik dan mencerminkan kepribadian (?) blog mereka.

Paling sirik liat greeting wordsnya, misal Welcome to *Nama Blog* ayayay..

Setelah mengubek-ngubek merangkai segala macam kata yang layak untuk diberikan pada blog tercintah, dan ujung-ujungnya ended up dengan suatu kegagalan pencarian nama *belibet*

Bagaimana tetangga-tetangga saya bisa punya ide untuk nama blog mereka?

Boojaeland, Country Chokyulate, Flameunrii *lirik blogroll*

Namun pemirsah suatu siang bolong saat saya tengah semedi guling-guling sambil ngupil di lantai, tiba-tiba cring *bayangin aja ada lampu keluar dari kepala kayak di komik* muncullah sebuah kata yang jadi kandidat nama blog ini. Wkwk —> bukan ketawa, kamsud saya entar nama blognya “Wkwk” Iya, tau kok, enggak banget. ._.

Pokoknya singkat ceritalah *karna keterbatasan durasi* saya nemuin kata haengbox.

Haengbox? Haengbok?

Yay, dari kata haengbok alias happiness aka kebahagiaan, lagu suju juga, dimana pertama kali nonton mvnya saya masih gak bisa ngebedain 12 makhluk-makhluk yang perasaan lebih centil dari perempuan menari dan menyanyi, kecuali tampang si ikan mokpo dan calon pendeta gagal dengan perut 6 kotak. *ampun*

BACK TO DA TOPIC

Jadi, nama blog ini maksudnya kotak kebahagian #lebe kan haengbok artinya happiness, lalu bok nya diganti jadi box alias kotak, semacam tempat atau wadah buat tulisan tak jelas saya.

Tadinya URL addressnya juga mau kuganti, tapi bakal banyak perubahan di search enginenya, yasutralah, biarkan saja. Jadi nama beken korea saya juga tetep eksis

Sedikit trivia blog ini:

Nama: Haengbox

Founder: Seo Eunkyung aka Nyonya besar Choi

TTL: Dunia maya, 14 Maret 2010 *postingan hello world*

Asal-usul: konon tercipta waktu dulu pingin masuk ke blok seenakwon unnie yang diprotect, karna saya kagok dan gaptek, akhirnya coba-coba buat blog wordpress supaya bisa masuk ke blog seena unnie pake password buat masuk dashboard wp saya. *bego*

Okelah, blog ini emang gak populer dan isinya juga gak banyak padahal udah lumayan lama, dari total visitor yang mampir, dipastikan 75% nya adalah saya sendiri *miris* -__-”

Makanya kalo udah mampir, komeng aja yayaya! Jadi kan kitanya entar bisa temenan *mata berbinar*

yang baca: *muntah*

Akhir kata

WELCOME TO HAENGBOX ^^

R.E.M.E.D.I.A.L [!]

Oke, setelah lama tidak mempost apapun, dari pada blog ini jadi lumutan, mending aku cuap-cuap gaje kan?

Ehm ehm..

Check…

AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

WAD DA HECK !!!

SAYA REMEDIAL 2 MATA PELAJARAN(lagi) !!!!
Mungkin dari kelas 9 sampai sekarang ini emang masa-masa terlabil saya..

ASTAGA!!!!

Dulu aku reme mtk sama kesenian, CATAT, KESENIAN. Padahal waktu itu ulangannya Cuma gambar doang, dan aku reme -.-
Sekarang, aku reme kimia sama penjaskes.
Aaaa, kenapa saya tidak kapok kapok?
Mungkin ini kata pupu (red: appa) aku suka meremehkan pelajaran yang nggak sulit alias gampang, unfortunately he is true at all.
Dan kalo untuk pelajaran yang susah, treatment saya lain lagi, istilahnya udah sesak boker baru cari WC >,<

Besok siang ujian (berhubung aku sekolah siang) paginya baru belajar. Malemnya?
Malemnya paling banter Cuma belai-belai itu buku doang.
Lalu menit-menit sebelum bel??
Barulah saya kalang kabut buka catatan, dan BERDOA !!! <—- kurang ajar Pas sengsara doang saya jadi anak Tuhan.. *jangan ditiru*

Padahal kalo dipikir-pikir, zaman SD dulu, saya tergolong anak alim dan cupu yang ga pernah keluar ranking 5 besar. Lalu sekarang, saya tetap anak cupu namun tak alim lagi!!*cried*

Satu lagi petuah pupu dan mumu saya (red eomma) yang terbukti kemutakhirannya. ‘Setajam apapun parang, kalo nggak diasah, lama-lama tumpul juga, dan besi berkarat sekalipun, kalo diasah terus, lama-lama bakalan jadi parang tajam kan?’

Ya sudahlah, mudah-mudahan saya masih bisa tobat ke jalan yang benar lagi.. *unsure*

EXTRA LATEST NEWS *halah*

teman sekelas saya yang ranking 4 juga kena reme kimia loh.. HAHAHAHAHA *evil laugh* —> baru ditelpon temen seTK, seSD, seSMP, seSMA, se-kelas, dan sekarang se-bangku dengan sayah… tapi kita tidak se-nasib karna dia tuntas.. *nangis darah*

Ya sutralah

Annyeong haseo…

Ngomong-ngomong, ini postingan curcol saya yang pertama lho!!!
Hahahah #bangga #slapped

Almost forget, Merry Christmas \(^u^)/

(Well, tho it’s still 2 weeks left before Christmas now)

See ya in the next post~ *lambailambai sapu ijuk*

Unyuu..  yeobo saya udah bobok, kemaren dia ultah.

Sekalian deh, SAENGIL CHUKKAHAMNIDA YEOBO! ❤ ya~