Nostalgia

k

Credit pic: @healing_unicorn@weheartit

Recommended lagu nya: Ali-Hurt ost rooftop prince, linknya? cari sendiri jangan manja *kicked*

Cast: Kai, Moon Sera

Kacamata berbingkai tipis yang jatuh ketika tangannya bergerak di atas meja membangunkan dia bersamaan dengan pening yang amat sangat di seluruh kepala hingga tengkuknya. Hangat di seluruh badannya, kecuali ujung-ujung aksial jari-jari tangan maupun kaki gadis itu. Dia terkena demam musim panas. Tangannya meraih kacamata minusnya yang masih berada di dekat kaki meja. Begitu menegakkan tubuhnya, dering telepon yang tenggelam dalam getaran ponsel yang di setting silent menyisakan dengungan antara vibrasi benda persegi panjang itu dengan meja kayu berpelitur coklat muda bekas tempat kepala gadis ini menyandarkan kepalanya selama setengah jam yang lalu.

Jemarinya bergerak menerima panggilan telepon.

“Halo..”

“Ya, aku langsung dari rumah sakit.”

Kemudian dia, kedua kaki gadis itu sepenuhnya menerima beban tubuhnya, agak limbung pertama kali, hingga ia berpegangan ke sisi meja lalu tangannya terangkat mengusap wajahnya yang baru terasa ada sesuatu di sana, dan basah. Begitu sadar, masih ada air mata yang baru saja meluncur keluar dari sudut matanya, jatuh menuruni pipi dan diusapnya sebelum turun ke dagu.

Dengan gusar dihapus semua basahan di wajahnya dengan lengan snellinya. Kemudian dia berjalan keluar dari ruangan kecil dengan 4 ranjang tempat tidur bertingkat ini, dia berjalan menuju lorong sebelah kiri, dan menemukan ruang loker. Di buka jas putihnya dan mengambil sepotong celana dasar berwarna hitam dengan blouse hitam. Pakaian yang ia bawa 2 hari lalu sebelum shift jaga malam yang dilakoni 2 malam terakhir.

Matanya bengkak di sebelah kanan dan kiri, merah juga. Pantulan dirinya di cermin yang memberitahu betapa berantakan wajahnya. Dia membasuh wajahnya dengan air yang mengalir di kran, berharap membuat ia terlihat lebih baik meskipun sedikit. Mengikat rambutnya ke atas .

Moon Sera. Dia kembali ke ruang loker dan membuka loker berlabel namanya. Meletakkan pakaiannya di sana dan mengambil kunci mobil dan dompet. Dan matanya tertumbuk pada sebuah loker selang 2 loker dari miliknya, ada nama Kim. Dan dia berlalu dari sana.

Moon Sera memarkirkan mobilnya. Begitu ia keluar dari mobil, sebuah sedan berwarna hitam berhenti persis di depannya dan penumpangnya turun. Begitu mata mereka bertemu pandang, Sera menunduk seadanya, mereka saling mengenal.

“Sera-ssi?” Perempuan berambut panjang sebahu itu suaranya terdengar serak di pendengaran Sera, dan dia menyempatkan untuk membubuhkan senyum di wajahnya yang terlihat mendung. Sera masih ingat siapa dia, wajar mata perempuan itu bengkak tak jauh beda dengan miliknya.

Keduanya masuk bersama ke dalam bangunan di depan mereka.

Rangkaian bunga , tanda duka menghiasi koridor gedung tersebut. Mereka berdua masuk ke bagian lebih dalam lagi, dan berpapasan dengan beberapa orang yang mereka berdua kenal, berpakaian dengan nuansa senada. Isak tangis masih terdengar memenuhi ruangan.

“Sera-ya!”

Sera menoleh ke arah suara yang memanggil namanya, Jihyun berdiri di sana dan menghampirinya. Tubuhnya cekung, tidak ada pendar keceriaan yang selalu ada dimana gadi itu berada seperti biasanya. Begitu melihat bersama siapa Sera datang, Jihyun menyapanya, tentu saja, Jihyun mengenalnya, Krystal.

Ini bukan saat yang tepat untuk mereka saling menyapa dan menanyakan kabar masing-masing setelah beberapa tahun tidak berjumpa.

“Aku masuk duluan.” Dibalas anggukan Sera dan Jihyun.

Jihyun beralih pada Sera sekarang, menatap  gadis itu dengan sebongkah batu yang seperti menghimpit dadanya.

Jihyun memberikan ponsel yang sedari tadi dia genggam.

Sera menatap Jihyun.

Jihyun mengerti, dan menjawab,

“Ponsel Kai.”

Air mata meleleh lagi di pipi Jihyun untuk yang tidak tahu berapa kali sudah dia menangis hari ini.

“Ini kunci loker Kai di rumah sakit.”

Sera tidak mengerti. Tapi tidak sanggup bertanya. Dia tidak bisa berpikir dengan baik sekarang.

Tangis Jihyun pecah semakin menjadi-jadi. Tak terbendung lagi. Amarah, kecewa, tidak rela, isakannya sangat pilu.

Sera maju satu langkah, menarik teman semasa kuliahnya ke dalam pelukannya.

Jihyun yang paling terluka.

Kai dengan Jihyun sekarang.

Tangisan Jihyun berhenti, tubuhnya merosot, hingga Sera ikut terjatuh karena tidak sanggup menahan tubuh Jihyun.

Beberapa orang di dekat mereka langsung membantu Sera, kebanyakan teman-teman Kai, Chanyeol, seorang temannya, menggendong Jihyun dan Sohyun adik Kai yang melihat itu mengarahkan Chanyeol untuk membawa Jihyun ke dalam. Tinggalah Sera dengan tangan yang masih memegang kunci loker Kai dan ponselnya.

Sera tidak mengerti kenapa 2 benda di tangannya diberikan Jihyun, apa yang mau Jihyun perlihatkan, atau Kai perlihatkan.

Sera masih berdiri di sana sementara orang-orang berlalu lalang datang dan pergi melewati dirinya yang tidak tahu harus apa sekarang ini. Krystal terlihat sudah kembali dari dalam, sementara Sera bahkan tidak mengerti kenapa kakinya tidak bergerak dari sana, untuk masuk dan memberikan penghormatan yang terakhir kalinya, untuk Kai, teman SMA nya, teman kuliahnya, rekan sejawatnya.

Sohyun berjalan menghampiri Sera, dan dia tidak yakin apakah Sohyun menghampirinya, sepengetahuan Sera, Sohyun tidak mengenalnya. Tapi kenyataannya Sohyun berdiri tepat di depan Sera. Dengan pandangan yang tidak Sera mengerti, Sohyun menghela nafasnya sekali. Kemudian dia mengambil ponsel Kai di tangan Sera.

Dia mengetikkan sesuatu lalu mengambil tangan Sera dan meletakkan ponsel itu di atas tangannya.

“Tanggal lahir Sera-ssi.”  Sohyun berlalu dari sana. Sepotong kalimat dari mulut adik Kai ini terasa memblok sarafnya.

Otaknya mengartikan kalimat singkat Sohyun menjadi potongan puzzle yang tidak membentuk gambar apapun.

Dengan gamang Sera melihat ke ponsel Kai yang sudah tidak terkunci, menampilkan wallpapernya.

Sebuah foto ruangan yang dia kenal.

Ruang kelas mereka saat kelas satu SMA.

Papan tulis kapur warna hijau, dan ada seseorang di dalam foto itu. Menghadap ke papan tulis, membelakangi si pengambil foto.

Dulu mereka sekelas, Kai, Krystal, dan Sera.

Krystal berpacaran dengan Kai, sejak kelas 1 SMA.

Kai si kapten sepak bola dan Krystal, Kapten tim basket putri. Waktu zaman SMA, mereka dijuluki pasangan gila olahraga. Krystal adalah murid kesayangan guru-guru, sejak kelas 1, dia sudah diincar oleh senior, tapi Kai yang mendapatkan hatinya. Setelah jadi senior, Krystal menjadi idola para junior karena parasnya yang tidak bercela.

Kai, pangeran impian semua gadis pada masanya. Tinggi, keren, dan kaya. Namun gadis-gadis harus menelan kekecewaan sebab di seluruh masa SMAnya Kai was taken.

Sera, gadis biasa yang selalu menguncir rambutnya ke atas. Dia bukan siapa-siapa. Dia penggemar Kai.

Tidak ada yang istimewa dari masa SMA Sera. Hari-harinya habis untuk menonton drama, jalan-jalan dengan teman se gengnya, dan belajar. Sera ingin jadi dokter. Kai juga.

Di tahun terakhir mereka bersekolah, pada suatu sore Kai tidak sengaja menemukan lembar pilihan karir milik Sera yang terjatuh di perpustakaan. Dia membacanya, Kai mengenali Sera, teman sekelasnya wakti kelas 1. Dalam lembar pilihan karir milik Sera, Kai melihat SNU dengan fakultas kedokteran yang ditulis dengan tinta pena. Kai tersenyum sekilas, dia mengeluarkan lembar pilihan karir miliknya. Dia menghapus tulisan pensil fakultas kedokteran universitas Yonsei, dengan SNU dan tinta pena. Sera yang ranking 10 umum saja percaya diri untuk menulis SNU, kenapa dia yang rangking 9 umum tidak, pikirnya.

Bohong.

Kai tidak tahu kenapa dia langsung mengganti, padahal dia sudah melakukan konsultasi dengan guru BK, dia sudah mantap dengan Yonsei.

Kai, tidak tahu kenapa. Tidak, dia pura-pura tidak tahu.

Denial.

Kai, hanya ingin masuk ke kampus yang sama dengan Sera.

Kemudian Kai menyelipkan kertas pilihan karir milik Sera dari celah loker gadis itu.

Kai baru saja keluar dari kelas 3-1, dan berpapasan dengan Sera dan temannya yang terlihat sibuk mengomeli gadis itu atas kecerobohannya yang menghilangkan kertas pilihan karirnya, sementara Sera hanya tersenyum masam mendengar sahabatnya yang masih tidak rela harus kembali ke sekolah mengantar Sera yang nebeng skuter miliknya.

Kai tersenyum dalam hati.

Sera masih di tempat yang sama. Memandangi layar iPhone milik Kai.

Moon Sera ada di dalam foto itu. Kelas 1 SMA, ujian kesenian, dan Sera menyanyi.

Gadis itu payah dan sama sekali tidak berseni. Seisi kelas sudah bersusah payah menahan tawanya tiap kali suara fals Sera menyambangi telinga mereka, demi menjaga konsentrasi Sera untuk menyelesaikan bagian ujiannya agar paling tidak Han songsaenim dapat memberi nilai kasihan untuknya. Hanya saja Sera yang tidak tahan melihat teman-temannya menahan tawa, justru ikut tertawa, sehingga Han songsaenim menyuruhnya untuk membelakangi kelas dan bernyanyi.

Kai memotretnya diam-diam.

Ponsel itu sudah terkunci lagi. Lampu layarnya telah padam. Dengan perlahan Sera menggerakkan jarinya untuk membuka lockscreen.

Tanggal lahir Sera-ssi.

Dengan bergetar Sera mengetukkan jarinya ke layar iPhone milik Kai.

1

0

0

…5

Jantung Sera selasa berhenti satu satu detik

Matanya yang sudah lelah itu berkaca-kaca.

Ia tidak tahu apa yang harus ia rasakan, apa yang harus ia pikirkan.

Sekarang telah menganak sungai air mata itu di pipinya, lagi.

Ibu jarinya bergerak membuka galeri foto di ponsel itu.

Foto pertama, fotonya dengan tuxedo berwarna putih

Foto kedua, foto Sohyun dengan anjing kecil mereka.

Foto ketiga, Foto Kai bersama Chanyeol di kafetaria rumah sakit.

Foto keempat, Jihyun mencium pipinya.

Foto kelima.. Sera di kafetaria.

Foto ke enam.. Sera tertidur di lobi rumah sakit.

Foto ke tujuh.. Sera dirangkul oleh Chanyeol.

Foto ke delapan.. Sera tertidur di ruang loker.

Foto ke sembilan.. Sera tertidur di atap rumah sakit.

Foto ke sepuluh.. Sera dengan seragam olahraga SMA.

Foto ke sebelas.. Sera dan teman-temannya saat graduation SMA.

Foto ke dua belas.. Sera dengan pakaian lab waktu kuliah.

Foto ke tiga belas.. Ada Sera dan Kai, dalam satu frame, foto operasi pertama mereka di stase bedah saat mereka masih koass.

Sera semakin terisak . Dadanya terhimpit sesuatu yang sangat besar, tubuhnya gamang, dengan cepat dia mengscroll layar ponsel itu

Foto empat belas dan seterusnya kebanyakan Sera, yang diambil tanpa sepengetahuannya.

Hingga di foto yang terakhir, sebuah foto berisi dua lembar kertas bertulis.

Sera mengenalinya.

Lembar pilihan karir mereka saat SMA. Ada nama Sera dan nama Kai, dengan caption,

 

Semoga kita berdua lulus di SNU.

Sera jatuh terduduk.

Tangisnya pecah di sana. Histeris. Menjerit. Sera benar-benar menjerit. Hingga Chanyeol entah dari mana datang dan segera membawa gadis itu ke dalam pelukannya. Sera memberontak dalam pelukan Chanyeol.

Kai pertama kali bertemu Sera saat upacara penerimaan siswa baru angkatan 2006. Dia adalah gadis tinggi yang berbaris di barisan paling depan perempuan, karena tinggi badannya. Bersebelahan dengan Kai. Kai dapat mendengar gadis itu menggerutu karena disuruh berdiri di depan, sehingga ia harus berdiri tegap seperti robot dan tidak bisa mengobrol dengan Minji di belakang.

<PLAK>

Kai kaget, seseorang menepuk pipinya. Belum sempat ia mau protes, Moon Sera sudah nyengir duluan dengan seekor nyamuk berdarah yang mati mengenaskan di telapak tangannya lalu melanjutkan berbaris dengan tenang seolah gadis itu tidak melakukan apa-apa sebelumnya.

Kai sempat melihat badge nama di dada gadis itu.

Moon Sera.

Kai telah mengingatnya baik-baik di dalam hati. Gadis pertama yang menampar pipinya.

Sera tidak ingat ia pernah menampar seorang Kai di hari pertama sekolah, yang dia ingat adalah dia tertidur sepanjang upacara.

Berada satu kelas dengan Kim Jongin dengan nama kecilnya yang lebih terkenal, Kai, membuat dia merasa mendapat durian runtuh.

Kai yang ganteng, Kai yang kalem tapi jahil, Kai yang jika menyeringat dapat membuat gadis-gadis di kelasnya berteriak histeris, Kai teman sekelasnya. Tidak lama bersekolah di tempat itu, Kai langsung menjadi populer, karena tampan, jago olahraga, kaya, dan pintar, namun tidak sombong.

Siapa yang tidak bisa suka dengan tipikal anak laki-laki seperti itu. Kai baik. Tidak dibuat-buat, tidak pura-pura. Kai pernah menggendong teman sekelasnya yang, mungkin sangat berisi tubuhnya, Jangmi, sewaktu ia pingsan saat lari mengelilingi lapangan 20 kali. Dan anak laki-laki lainnya malah saling mendorong satu sama lain. Kai justru berinisiatif duluan. Dengan tubuhnya yang cungkring, ia sigap menaikkan Jangmi ke atas punggungnya, barulah anak laki-laki yang lain ikut membantu Kai membawa Jangmi ke ruang kesehatan.

Sera resmi menyukai Kai.

Namun dengan popularitas yang begitu tinggi, Sera sadar, Kai bukanlah orang yang bisa digapainya. Tidak pernah ada garis yang dapat mempertemukan mereka berdua. Bagai dua garis yang sejajar, mereka tidak pernah bersinggungan, apalagi berpotongan.

Sera berusaha melupakan Kai.

Dan seorang kakak tingkat pindahan dari Cina yang masuk 3 bulan yang lalu, menyatakan perasaannya pada Sera. Mereka berdua bertemu di klub membaca setiap Jumat sore di perpustakaan. Luhan anak yang baik, santun, dan sangat perhatian. Tingkah lembut Luhan membuat gadis ini tidak tega untuk mengatakan tidak.  Namun ia memang tidak pernah mengatakan iya. Luhan menerimanya, meminta agar Sera mencoba menjalaninya saja dulu, dan menyerahkan sepenuhnya pada gadis itu. Akhirnya Sera menerimanya. Sera tidak ingin menjadikan Luhan pelarian, tapi tidak munafik kalau secara tidak langsung, ada andil besar hal itu untuk menjadi alasan Sera mempertimbangkan Luhan.

Waktu itu kira-kira sebulan sebelum ujian kenaikan kelas, Kai mendengar gosip hubungan Sera dan kakak kelasnya yang dari Cina.

Kai mengalami kecelakaan lalulintas dengan sepeda motornya sepulang sekolah setelah sebelumnya melihat Sera dan Luhan pulang bersama.

Dia koma selama 3 hari, dan dua minggu dalam masa bedrest.

Kai sangat terpuruk.

Waktu itu, wali kelas mereka meminta Krystal, ketua kelas untuk meminjamkan catatan pelajaran selama Kai sakit. Krystal yang pintar dan supel akhirnya menjadi tutor Kai setiap pulang sekolah, hingga malam. Orang tua Kai senang dengan keberadaan Krystal, semenjak kecelakaan Kai selalu terlihat murung, dan kunjungan Krystal membuat Kai lebih baik setiap harinya. Mereka bilang, Krystal penyembuh Kai.

Sementara Sera, setiap pulang sekolah, semenjak kecelakaan Kai, pergi ke kuil di Namwon, menaikkan doanya sepenuh hati, setiap hari. Kai adalah isi doa Sera waktu itu.

Sera sadar akan perasaannya. Dia meminta maaf pada Luhan dengan penuh penyesalan dan hati-hati, takut sekali menggores hati anak laki-laki yang baik itu.

Luhan menerimanya dengan hati lapang. Namun dia hanya meminta agar Sera tetap berhubungan baik dengan dirinya sebagai teman satu klub membaca dan senior junior yang dekat.

Sera sangat menyesal, jika perasaan bisa diatur, dia sangat ingin membalas semua kebaikan Luhan padanya dengan membalas perasaan Luhan. Sayangnya tidak bisa.

Ujian kenaikan kelas berlangsung dan semua siswa terlihat sibuk berkonsentrasi dengan urusan ujian.

Hingga minggu ujian akhir berakhir, beredar kabar dengan cepat bahwa Kai telah berpacaran dengan Krystal.

Waktu itu, sera telah merajut sebuah topi beany, semenjak kecelakaan Kai, dan baru saja selesai. Sera belajar merajut dari Minji, ia menyisihkan waktu tiap hari untuk menyelesaikan topi itu saat ujian telah selesai, kepada Kai. Hadiah natal untuk Kai.

Sera menangis seharian dan tidak mau keluar kamar, libur musim dingin terburuk sepanjang hidupnya.

Sera dan Kai tidak tidak berada dalam kelas yang sama di tahun ke 2 dan ke 3. Selau ada cara keduanya untuk saling menghindar. Namun keduanya tidak pernah menyadari bahwa mereka saling menghindari. Mereka tidak tahu. Hati mereka telah lama saling mengisi satu sama lain.

Dan mereka tidak pernah bicara sama sekali sejak saat itu.

Sudah pukul 3 sore. Tamu-tamu yang berdatangan ke rumah duka masih hilir mudik bergantian. Kim Jongin adalah orang yang baik. Wajar banyak yang merasa kehilangan akan dirinya. Muda, berprestasi, tampan, baik hati. Tuhan mengambil orang-orang baik lebih awal.

Sementara itu Sera baru sadar ia pingsan, dan sekarang terbaring di ruangan sebelah ruang duka Kai, dengan Chanyeol yang menanti di sisinya.

“Kau sudah baikan?”

Pening kembali menyergapnya dengan amat sangat. Mukanya terasa lengket. Matanya panas, terasa bengkak. Ia terlalu banyak menangis.

Chanyeol memberikan air mineral, membukakannya danmenyodorkan pada Sera.

“Minum yang banyak, kau demam. Apa perlu kubelikan obat?” Chanyeol terdengar khawatir.

Sera menggeleng lemah. Sama sepertinya, Chanyeol juga sangat berduka. Sera tidak ingin merepotkan siapapun, termasuk Chanyeol. Mantan kekasihnya.

Mereka berdua duduk dan tenggelam dalam diam.

Hingga Chanyeol melirik ke jam tangannya.

“Kai akan dikremasi sebentar lagi. Kau ikut atau di sini saja?”

Mendengar kata kremasi, seluruh jiwanya seolah melayang mendengar kata itu.

Kai akan dikremasi. Menjadi debu.

Kai, benar-benar telah pergi rupanya, dan Sera masih tidak percaya.

“Aku ikut.” Di sisa-sisa tenaganya Sera menjawab.

Dibantu Chanyeol Sera berdiri dan dituntun ke ruang duka.

Keluarga Kai masih menangis di sana. Sera membungkukkan tubuhnya di depan keluarga Kai.

Dan matanya menangkap sosok itu, dari pigura di antara karangan bunga.

Setengah bagian dari dirinya terasa seperti tercabik dan hancur, lalu hilang entah kemana. Sera ingin menangis lagi. Tapi ditahannya. Dia tidak ingin memberikan penghormatan yang buruk pada Kai untuk yang terakhir kalinya.

Sera dan Chanyeol melakukannya bersama-sama.

Mereka membungkuk di hadapan pigura foto Kai.

Penghormatan terakhir Sera untuk Kai.

Bukan, Kai tidak memutuskan hubungannya dengan Krystal bukan karena ia ataupun Krystal tidak mau melakukan hubungan jarak jauh.

Bebeapa hari yang lallu Kai tidak sengaja mendengar bahwa Sera dan Luhan telah lama berakhir, bahkan sangat lama. Kai merasa bodoh. Bingung harus senang ataupun sedih sekarang.

Yang jelas, dia punya Krystal. Tapi dia punya kesempatan baru dengan Sera.

Kai menyayangi Krystal. Mungkin lebih seperti adik perempuannya. Krystal, baginya seperti Sohyun. Tapi Kai tidak bisa menyakiti Krystal yang sudah sangat perhatian, dan menjaganya di saat ia sakit dahulu. Kai patah hati dulu. Ia tidak munafik meskipun ia sebenarnya tidak ingin. Krystal datang di saat yang tepat dulu, di saat ia merasa hancur dan sendirian karena Sera. Krystal datang seperti obat penawar yang menyembuhkan lukanya.

Tapi Kai ingin menemukan kebahagiaan sejatinya sekarang. Krystal sudah tahu tentang Sera. Baru-baru ini. Dulu Kai berharap dia bisa melupakan Sera dengan Krystal. Namun sudah hampir dua tahun, Sera masih ada di sana, di dalam hatinya. Kai berpisah dengan Krystal secara baik-baik.

Tentu saja tidak sebaik kelihatannya. Karena Krystal menyukai Kai. Sangat. Krystal sangat mengenal Kai. Bodoh kalau dia tidak tahu Kai menyukai gadis lain, Sera. Dan Krystal telah menyesali keegoisannya untuk mempertahankan Kai. Sekarang sudah waktunya Dia melepaskan Kai.

Sepanjang perjalanan Sera hanya diam melihat jalanan Seoul yang sudah mulai diterangi lampu Jalan. Proses Kremasi Kai telah selesai dilakukan.

Chanyeol bersama dengan Sera di dalam mobilnya, bersi keras mengantarkan Sera karena gadis itu sedang dalam kondisi sangat terguncang. Ia takut sesuatu yang buruk bisa terjadi jika gadis itu mengemudi.

Dengan tiba-tiba Sera memegang kemudi yang dikendalikan Chanyeol. Dan Chanyeol segera membanting stirnya ke kanan, menepikan mobilny.

“Apa yang kau lakukan Moon Sera, jangan bertindak bodoh.” Chanyeol mengenal Sera. Dalam kondisi seperti ini, perhatikan Sera 1  x 24 jam dalam pengawasan. Sera pernah mencoba bunuh diri saat ayah dan ibunya meninggal dua tahun lalu lalu dalam kecelakaan, dan sekarang Kai, dalam kecelakaan. Chanyeol tidak ingin hal yang sama terjadi sekarang.

Tentu saja. Chanyeol sudah tahu, Kai dan Sera. Lebih dulu dibanding Sera, maupun Kai.

Jihyun juga sudah tahu. Sejak awal, Kai sudah memberi tahu, namun Jihyun menyanggupinya, menyanggupi jika kapanpun Kai bebas memutuskannya, dan Kai tidak bisa menolaknya.

“Ke rumah sakit. Aku harus ke rumah sakit. Aku harus ke ru-mah sak-it.”

Kai, entah kenapa selalu kalah dengan waktu. Ia selalu terlambat. Di saat-saat yang paling penting untuk hidupnya.

Setelah kelulusan SMA, Kai kehilangan kontak dengan Sera. Sera pergi ke luar kota untuk mengikuti bimbingan tes kuliah. Maka Kai membulatkan tekatnya agar ia bisa bertemu lagi dengan Sera. Dengan cara lulus di SNU. Kai belajar seperti orang gila, siang dan malam. Hingga sakit dan dimarahi orang tuanya pun diabaikan. Pikirnya, ia tinggal selangkah lagi menuju Sera maka dari itu tidak peduli bagaimana caranya dia harus lulus di SNU.

Dan takdir mempertemukan mereka lagi. Sera dan Kai bertemu kembali di hari pendaftaran ulang SNU. Keduanya lulus.

Mata Kai menatap Sera lekat ketika mereka tidak sengaja bertubrukan di tangga. Kerinduan Kai sudah sampai di ubun-ubun hingga hampir saja ia tidak bisa menguasai dirinya untuk segera merengkuh Sera dalam pelukannya. Dan Chanyeol muncul dari atas, dengan wajah yang khawatir begitu melihat Sera bertabrakan dan menjatuhkan formulir daftar ulangnya di tangga, mengguncang-guncang tubuh Sera yang sedari tadi terpekur layaknya mengalami disorientasi dan memanggil-manggil namanya, sayang.

Kai salah satu langkah.

Lagi.

Takdir, belum mempersatukan mereka.

Dengan seluruh kekuatannya Sera mencoba berlari begitu mobilnya berhenti di depan Seoul National University Hospital.

Hanya satu tujuannya.

Chanyeol langsung keluar dari mobil begitu Sera keluar. Takut Sera akan melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.

Sera berdiri dengan tidak sabar di depan lift. Hampir saja dia berlari ke tangga darurat kalau detik berikutnya lift itu tidak membuka.

Chanyeol menyusul masuk.

“Aku temani.” Chanyeol menggenggam tangan Sera hangat, sebisa mungkin memberikan kekuatan pada gadis yang ia cintai ini, yang benar-benar sangat kacau, sehingga membuatnya begitu kacau juga.

Mereka berdua sampai di ruang loker. Mengabaikan panggilan rekan mereka yang berada di sana.

Jemari Sera bergetar berusaha memasukkan kunci yang diberikan Jihyun, Chanyeol mengambilnya, membukakannya pada loker dengan label Kim, milik Kai, ada sebuah surat.

Untuk Sera

Setelah makan malam kutunggu di atap rumah sakit.

Benar, Kai dan Sera berencana makan bersama di kafetaria malam ini, mereka sama-sama bertugas.

Sera sudah hampi tumbang kalau Chanyeol tidak menangkapnya.

“Kau demam tinggi dan dehidrasi. Kita ke ER dulu.”

“Tidak Chanyeol, aku harus ke atas.”

Chanyeol menghela nafas mengerti.

“Dengan satu syarat, naik ke punggungku.”

Sera tersenyum kecil namun sangat tulus, satu-satunya yang tersungging hari ini.

Chanyeol, julukan happy virus memang layak dia pegang. Sera tersenyum karena dari dulu, Chanyeol selalu mengerti dirinya. Sera sangat menyayangi Chanyeol.

Mereka berdua sampai di atap. Gelap gulita hingga seorang office boy datang, tanpa banyak bicara, ia menunjukkan Chanyeol dan Sera bagian lain dari rooftop.

Meskipun gelap, tampak cahaya dari gedung-gedung lainnya, ada sebuah sofa dan meja di sana.

“Dokter Kim yang menyiapkan semuanya dok.”

Pegawai itu menyalakan korek dan memasukkan ke drum yang ada di depan sofa, hingga api menyala dari dalam sana, Kai berniat membuat api unggun di dalam drum. Kemudian Pegawai itu mengutak-atik Laptop di atas meja, dan menyalakan infokus di situ lalu undur diri. Chanyeol mendudukkan Sera ke sofa yang menghadap tembok putih tempat infokus dipantulkan.

Ada sebuah video sedang diputar.

Mata Sera tidak berkedip fokus di sana.

Chanyeol menyelimuti Sera dengan jaketnya dan sebuah selimut yang ada di atas sofa.

Chanyeol tersenyum melihat apa yang sudah dipersiapkan sahabatnya ini.

Dari Kai untuk Sera

Yang pertama kali muncul adalah sebuah rekaman saat di sebuah sekolah. Sekolah Sera dan Kai.

Itu ruang kelas mereka waktu kelas 1. Footage itu menunjukkan Sera yang tertidur dengan kepala menelungkup di atas meja. Pelajaran sedang berlangsung.

Kau memang tukang tidur sejati -_-

Kemudian rekaman selanjutnya sewaktu Sera bernyanyi di ujian kesenian.

Seperti lirik lagumu, semoga kita bisa bicara dengan nyaman suatu saat nanti. Entah kenapa, kau selalu menggunakan bahasa formal jika bicara denganku.

Lagi-lagi tangis Sera pecah. Tanpa air mata kali ini. Air matanya telah mengering. Menyisakan perih di mata. Tidak. Jauh lebih sakit di hatinya.

Ia tidak pernah menyangka, Kai telah memperhatikannya, sejak lama. Sejak dulu. Sementara itu Chanyeol tidak dapat berbuat apa-apa. Andai saja waktu bisa diulang. Ia ingin sekali menyatukan Kai dan Sera. Meskipun ia harus mematahkan dirinya sendiri berkeping-keping. Kai sudah  menunggu terlalu lama hingga saat sekarang.

Video berlanjut dimana Kai merekam dirinya sendiri sedang belajar. Kai muda.

Lihat aku sedang belajar supaya kita bisa bertemu di SNU. Rankingmu masih di bawahku Moon Sera, kau harus belajar lebih giat!

Dan video selanjutnya diambil diam-diam saat Sera tidak menyadarinya. Kebanyakan ketika Sera sedang tertidur, lalu muncullah Kai sendiri dengan seragam saat mereka sekolah dahulu.

Maaf, seharusnya aku melakukan ini saat kita masih mengenakan seragam ini. Maaf, sejak dulu aku tidak pernah berani muncul dalam penglihatanmu. Moon Sera, sekarang aku telah memutuskan memberanikan diri untuk masuk ke dalam peredaranmu, agar kau memperhatikanku, agar kau melihatku. Dan hanya aku.

 

Kemudian video itu meredup menjadi hitam, seharusnya setelah itu Kai datang dengan semangkuk besar toppoki super pedas kesukaannya. Bukan bunga. Karena Kai tahu Sera pernah diam-diam membuang bunga pemberian Chanyeol. Kai baru tahu. Sera alergi serbuk bunga.

 

Aku telah mencintaimu, dulu, sekarang dan selalu. Ini bukan pertanyaan, tapi tolong beritahu aku apa yang ada di dalam otakmu sekarang dokter Moon?

Demi Tuhan,

Sera mendengarnya.

“Kai!”

Sera mengalihkan pandangannya kemanapun, ia berdiri membuang selimut dan jaket di atas tubuhnya.

“Kai!” Panggil Sera sekali lagi lalu beranjak. Chanyeol segera menyusul Sera, menjaganya dari belakang.

Sera mengedarkan pandangannya kemanapun hingga, kira-kira beberapa meter di depannya, siluet tubuh yang sangat dikenalnya itu diterangi temaram cahaya gedung-gedung di seberang terlihat.

“Kai..” bisik Sera.

Mungkin itu hanya halusinasi, tapi Sera tidak peduli. Baginya itu adalah Kai sebelum dia benar-benar pergi.

Kai dengan tux putih, dan rambut yang rapi, ia sangat tampan seperti biasanya, Sera bahkan dapat mencium aroma papermint Kai. Sera dapat melihat senyuman seringai Kai yang ia ingat dulu dapat membuat seluruh gadis di kelasnya menjerit.

Sera menangis lebih kencang.

Kali ini dilihatnya  Kai berjalan mendekatinya.

Kai terlihat begitu nyata. Kai merengkuh tubuh Sera.

“Jangan menangis Moon Sera.”

Kai mencium puncak kepala Sera, turun ke keningnya, kedua kelopak mata Sera, lalu ke pipi, kemudian menyambut dengan hangat bibirnya beberapa saat saja.

“Dasar bodoh. Kenapa kau tidak bilang dari dulu!” Sera memukul-mukul Kai. Dan ia masih merasa nyata dengan semua itu. Sementara Kai hanya tersenyum membiarkan Sera melampiaskan kekesalannya.

Sera berhenti, kemudian memeluk Kai dengan sangat erat, yang langsung dibalas Kai.

“Kau tidak tau betapa gilanya aku selama ini membayankan untuk memelukmu seperti ini bodoh!”

Sera melepaskan pelukannya.

 

“Aku juga mencintaimu.. Sangat mencintaimu Kai, sejak dulu… dan selalu, dan selamanya.”

“Bahagialah dengannya. Sera, kau barus hidup bahagia.”

Kemudian Kai seolah melayang, menjauh darinya.

“Kai! Kai! Kai jangan pergi! Jangan tinggalkan aku! Kai! Jebal! Sera terus menggapai-gapai udara, namun Kai hanya tersenyum dan tetap mundur menjauh, semakin kabur, hingga akhirnya lenyap sama sekali.

“Kai!”

Dengan sigap Chanyeol menangkap Sera menghentikannya yang terus melangkah ke pinggir pembatas memanggil-manggil nama Kai seolah ia hendak menggapai.

Pada akhirnya Kai tetap pergi, dan Sera tetap tinggal, namun Kai telah mendapatkan hadiahnya, cinta mereka yang nyata.

END

 

Cinta memang sulit diungkapkan. Namun bukan berarti tidak bisa diungkapkan. Ketika kamu mencintai seseorang dengan tulus, tunjukkanlah itu. Ketika kamu mencintai seseorang, ungkapkanlah. Kamu punya hak untuk itu. Jangan membungkam mulutmu untuk sesuatu yang mulia. Cinta ingin diungkapkan, dia ingin dimahsyurkan. Dia ingin semua orang mengenalnya. Jangan simpan cintamu, tunjukkan, ungkapkanlah, jangan kecilkan hatinya, hati cinta itu.

 

Credit pic: @healing_unicorn@weheartit

Credit quotes: quotes senior di kampus wgwg

My notes:

Daebak, ini ff oneshot tercepat yang pernai aing bikin, dari jam 11 sampe jam 6 pagi wgwgwg.

Dan angst cobaaaa. Angst, ini baru kali kedua aku bikin yang sedih. Semoga layak disebut cerita sedih deh.

Kai lagi. Kai gantengnya lagi ngehits di pala aing. Bhay

Advertisements

Put Your Comment Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s