Not A Bedtime

Cast: Choi Minho, Seo Eunkyung, a girl out there HAHAHAHA

Genre: Tak bergenre, ff mupeng ini sih

Length: ficlet

Yuhuuu, eike mengingkari janji kelingking dengan diri sendiri, kebelet pen buat ff. *sedot ingus* Kebetulan dapat ide karena badan ngedrop. #Getwellsoon Irine! –> kesian, jomblo  sih nggak ada yang say gws.

SELAMAT HARI VALENTINE UNTUK SEMUA PENGHUNI ALAM SEMESTA! –> masih ngigau demam

ps: That sweetest hatred setelah hiatus oke!

minho is screaming

 

Tirai gorden yang sengaja tidak dibuka menghalangi cahaya matahari yang masuk walaupun berkas-berkas sinarnya masih bisa menerobos lewat tirai, paling tidak kondisi kamar itu masih cukup redup untuk seorang gadis yang tidur dengan  posisi tengkurap dan tenggelam di dalam selimut tebal. Ia masih mempertahankan posisi seperti itu walaupun terdengar suara pintu kamar terbuka yang seperti berderit. Ia terbangun karenanya, meskipun masih dengan tingkat kesadaran yang sangat menyedihkan, dan sama sekali tidak berminat untuk menjadi benar-benar sadar. Gadis itu menggumam tidak jelas, lebih terdengar seperti mengigau.

“Eomma.” Erang gadis itu sayup-sayup.

Tempat tidur gadis itu bergerak, menahan beban tubuh seseorang yang baru saja duduk di pinggiran ranjang itu. Dan ini membuat si gadis terusik. Kedua kelopak mata gadis itu masih menutup dengan sempurna, sementara ia berguling, mengubah posisinya menghadap orang yang baru saja duduk di ranjangnya.

Tangan gadis itu menggapai-gapai hingga ia berhenti saat menemukan tangan seseorang dan melingkarkan tangannya, memeluk tangan orang  itu yang masih duduk sambil terus merengek eomma eomma.

Tidak ada respon berarti dari sosok yang masih digelayuti si gadis ini sementara gadis ini makin meringsek, mendekatkan badannya pada tubuh orang tersebut, orang yang disangka gadis itu ibunya, dan kini ia tak hanya memeluk tangan, namun tubuh cowok itu. Benar, dia seorang cowok.

“Bodoh, buka dulu matamu baru peluk-peluk orang.”

Suara rendah itu terdengar, suara yang baru dikeluarkan cowok itu semenjak masuk ke dalam ruangan yang gelap dan hangat itu. Dan suara yang sekarang membuat gadis yang masih menggelayutinya perlahan membuka matanya.

Sedikit-demi sedikit hingga mata gadis itu kini membelalak lebar, dan dengan sisa tenaga yang dimilikinya, mendorong sosok yang baru saja dipeluk-peluknya seenak jidat itu.

“Mana eomma kenapa kau di sini!” suara gadis itu serak dan parau, sekarang ia mengucek-ngucek matanya, namun enggan merubah posisinya untuk duduk.

Cowok itu tidak menjawab alih-alih, ia meletakkan punggung tangannya di dahi gadis yang tadi memeluknya.

“Hangat sedikit begini tingkahmu macam pasien sakit kanker, dasar manja!”

“Tuan, kalau hanya ingin mengajakku bertengkar, pintu kamarku masih terbuka lebar untukmu!” seru gadis itu sengit, dia sudah sadar sepenuhnya sekarang. Mereka saling melempar tatapan defensif satu sama lain, hingga cowok itu mengakhirinya dan berjalan ke arah pintu.

<BLAM>

Benar. Pintunya memang ditutup sekarang, bahkan dikunci. Bukan, bukan dikunci dari luar, tapi dari dalam.

“YA!”

Cowok itu melepas anak kuncinya dari pintu dan berjalan ke jendela yang masih tertutup.

“Apa yang kau..”

Dan aksi si cowok membuat gadis itu tidak menyelesaikan kalimatnya. Cowok itu baru saja melempar kunci kamar gadis itu ke luar jendela.

Gadis ini bangun dari tempat tidur dengan sedikit sempoyongan dan menatap keluar jendela dengan horor.

“Woi kaki belalang! …”

Gadis ini bahkan tidak tahu harus bicara apa sekarang, yang ada cowok beda 20 cm dengannya itu hanya bersedekap menatapnya dengan tatapan sok cool.

“Tidak, cowok ini memang ganteng!” jerit batin gadis ini.

“Apa? Mau protes? Kau hanya pura-pura sakit supaya tidak disuruh-suruh ibumu membersihkan rumah kan? Anak durhaka.”

Cowok itu berlalu dan melemparkan dirinya ke ranjang yang baru ditiduri gadis itu. Masih terasa hangat. Dan cowok itu dapat mencium bau sampo yang dipakai pacarnya itu dari bantal.

“Aku memang sakit! Tidak bohong kok.” Masih dengan piayamanya gadis itu berjalan mendekati ranjang.

<BRUK>

“Aduh!” Tangan gadis itu ditarik si cowok, Choi Minho, hingga ia pun jatuh ke ranjang ukuran single itu.

“HEY BELALANG SINTING! SAKIT BODOH!”

“Katanya sakit, kalau sakit kan harus tidur.” Suara Minho yang serupa bisikan itu langsung masuk ke pendengaran gadis itu, karena jarak mereka yang sangat dekat.

“Me.. memang aku tidur kan dari tadi, kau yang tiba-tiba datang lalu mengganggu!”

Gadis itu semakin merasakan jantungnya bagai menghentak seperti ‘BUM’ ‘BUM’ dari rongga dadanya dan tubuhnya menegang saat Minho melingkarkan tangannya ke pinggang gadis itu, menariknya merapat ke tubuhnya.

“Tidur lagi makanya. Susah-susah dapat libur tahun baru, hanya akan kuhabiskan di kamarmu.”

Gadis ini sesekali menahan diri untuk bernafas ketika udara dari nafas cowok itu menyapu tengkuknya.

Dari jarak ini pun wangi tubuh Minho menguar dan mudahnya masuk ke dalam penciuman gadis itu, membuatnya merasa tambah demam sekarang.

“Kenapa diam saja?”

“Kau menyuruhku tidur!” tutur gadis itu bicara di dalam nada yang aneh. Ia benar-benar merasa nervous.

“Tapi kau tidak tidur.” Minho mengangkat kepalanya yang dari tadi ditumpukan ke kepala gadis itu bermaksud melihat wajah si gadis.

Gadis itu justru semakin menenggelamkan wajahnya lagi.

“Kau kenapa sih? Badanmu kaku sekali.”

Gadis itu masih diam. Masih belum bernafas normal juga.

“Hey bodoh aku cuman memelukmu ya, supaya panasmu pindah ke aku, tidak ada niatan mengapa-apakanmu hilangkan pikiran-pikiran mesummu!”

“Jelek! Siapa yang mesum, aku itu deg-degan kau peluk begini.” Ujar Gadis itu akhirnya masih dalam posisi membelakangi Minho dan berbaring.

“Kau pulang saja sana biar aku sms orang rumah mengambil kunci cadangan.” Gadis itu hendak bangun, tapi tangan Minho tak kunjung dilepas dari perutnya, menahannya, membalikkan tubuh gadis itu hingga berhadapan dengannya kemudian kembali menariknya ke dalam tubuhnya, memeluk dengan sangat erat.

“Aku juga deg-degan kok.” Gadis ini kembali menegang saat bisikan Minho menggelitik telinganya. Sementara tanpa sepengetahuan gadis itu Minho tersenyum geli karena tingkah polah gadis polosnya ini, walaupun ia tidak bohong soal ia deg-degan.

“Kalau appa menemukan kita begini, kau akan dilempar dari jendela seperti kau melempar kunci kamarku tadi.” Ujar gadis itu di sela-sela dekapan Minho.

“Kalau fansku menemukan kita begini, kau akan dilempar ke laut penuh ikan hiu.”

Gadis itu tersenyum masam.

“Kalau itu karena kau, aku rela dimakan ikan hiu.”

Minho buru-buru menguraikan pelukannya.

“Dasar gombal.” Minho mencolek dagu gadis itu dengan sangat centil. Namun yang dicolek malah merem-merem ayam, sudah ngantuk lagi.

Minho kembali menarik gadis itu dalam pelukannya, mengusap-usap kepalanya dan menepuk-nepuk punggungnya yang ia tahu itu akan membuat gadis itu semakin merasa ngantuk. Persis menidurkan balita.

Dan saat helaan nafas yang tenang dan teratur itu terdengar, Minho menjauhkan wajahnya untuk mengamati pemilik wajah yang tertidur dengan pulas ini, mengelus pipinya dengan sangat hati-hati, takut membangunkan anak gadis tetangga sebelahnya ini. Cowok itu mendekatkan bibirnya ke telinga sebelah kiri gadis itu dan bibirnya terlihat bergerak membisikkan sesuatu yang nyaris tidak terdengar.

“Hey, bodoh, tidak tahu kan? Aku baru melamarmu tadi pagi di depan orang tua mu dan orang tuaku, mana mungkin kubiarkan kau dimakan ikan hiu. Selamat tahun baru bulan, calon istri. Lebih dari yang kau tahu Seo Eunkyung, aku mencintaimu.”

 

Sekian!

Advertisements

16 thoughts on “Not A Bedtime

  1. AIGOOO~~~ *kayang*
    nama kamu hampir sama ky nama aku! #plak *komengaknyambung* =_______=

    anyeong gue Song Eun Kyung XDDD *tebarjamban(?)*
    okkeh cuma mau bilang, kok segitu doang? ada lanjutannya gak? hehehe *evilsmirks*

    • ciyee kembar nih ye wkwkwk.
      itu…. ngapain tebar jamban hahahaha. tapi aku terima nih jambannya (?)
      ga ada, segini aja. heheheh. tengs ya sudah baca kembaran eunkyung c: *koprol* wkwkwk

  2. nde cheonman XDD eh baca epep gue jg dongsss ^^ buka ya?
    http://rekuwa610.blogspot.com

    disitu gue post banyak sih hehe tinggal pilih loh ada jg yg cast nya Eun Kyung XDD *narsis *bentar doang

    silahkan baca… baca juseyo! hehe tinggal dipilih dipilih XDD *glepok!
    iya mending tebar jamban drpd tebar kolor sooman, emg mau??? XDD *dijambak

    okkeh segitu aja cincongnnya, gomawo kembaran Eun Kyung XDD

  3. nde cheonman XDD eh baca epep gue jg dongsss ^^ buka ya?
    http://rekuwa610.blogspot.com

    disitu gue post banyak sih hehe tinggal pilih loh ada jg yg cast nya Eun Kyung XDD *narsis *bentar doang

    silahkan baca… baca juseyo! hehe tinggal dipilih dipilih XDD *glepok!
    iya mending tebar jamban drpd tebar kolor sooman, emg mau??? XDD *dijambak

    okkeh segitu aja cincongnnya, gomawo kembaran Eun Kyung XDD

Put Your Comment Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s