That Sweetest Hatred Part 2 [FULL]

The Sweetest Hatred

Cast: Jung Krystal, Jung Eunji, Byun Baekhyun, Park Chanyeol

Genre: Romance

Rating: PG

Lenght: On going

Poster: Rara Onnie (Cute pixie)

 

Full chapter, finally now. Hehehe!!

 

Part 2

“Sayang, appa saja yang menggendongmu ya.”

Bapak itu berjongkok di depan gadis kecil berambut sebahu yang tidak menunjukkan wajah senang.

“Aku mau dengan eomma.” Tutur gadis itu bersikeras.

“Tapi eomma sedang tidak bisa menggendong Krystal.” Bujuk ayah muda itu, namun lagi-lagi Krystal menggeleng, kemudian ia berjalan ke sudut ruang tengah dan duduk di pojokannya sambil memeluk kaki dan menenggelamkan wajahnya, sesekali terisak dan terdengar sesenggukan.

Sementara ayahnya hendak menghampiri, sebuah tangan menahan langkah laki-laki itu.

“Biar aku saja, nanti dia tidak mau makan.”

Laki-laki itu, menoleh dengan khawatir ketika istrinya yang sedang demam tinggi berdiri di hadapannya.

“ Wajahmu pun masih pucat dan aku tidak mau terjadi sesuatu padamu dan adik Krystal, aku akan membujuknya. Ujar Changmin seraya mengelus kandungan istrinya yang telah berusia 9 bulan, dan tanpa mereka ketahui, gadis kecil mereka mendengar dan melihat yang mereka bicarakan di antara dua sisi tembok yang menjepit dirinya, ia bahkan terlalu kecil untuk menyadarinya, menyadari bahwa perhatian orang tuanya sudah terbagi.

*

Keluarga itu, suami, istri dan dua anak perempuan turun di depan valet sebuah hotel kenamaan. Hotel mewah dan megah, satu dari sekian bangunan yang ramai dikunjungi kalangan sosialita, hanya sekedar untuk melakukan acara makan malam.

Wanita paling dewasa itu yang berada di tengah-tengah keluarganya berjalan tanpa menghiraukan pria sekitar 40tahunan di sampingnya dengan beberapa kerutan di wajahnya, sementara di belakang keduanya, dua orang anak gadis belasan tahun berjalan dengan tempo lambat-lambat. Yang satu diperlambat selambat-lambatnya karena ia tak betul-betul tak menginginkan berada di sana, sementara yang satunya hanya tak ingin melewatkan setiap detail dari sempurnanya interior mewah hotel yang tak bisa setiap hari ia datangi.

“Kampungan.”

Eunji, melotot saat desisan pelan dari arah sebelah kiri terdengar menyapa telinganya. Ia cukup sadar untuk tahu seseorang dari arah sebelah kirinya baru saja mencemooh dia.

“Ayolah yeobo, kau jangan marah lagi, kalau sedang marah, kau justru terlihat lebih cantik karena memancarkan auramu, aura membunuhmu.”

Wanita dengan riasan simple tapi elegan itu menghentikan langkahnya tiba-tiba.

“CHANGMIN-AAAH!”

Sontak erangan penuh geraman yang disuarakan wanita itu menyita perhatian sekitar.

Sementara pria pemilik nama Changmin tahu diri untuk segera menutup mulutnya.

“Sifat galak ibu menurun dengan sempurna pada seseorang.”

Mendengar pernyataan tersebut, gadis berambut hitam panjang yang tergerai bebas itu mempercepat tempo langkahnya ke depan hampir mensejajari pria tinggi berwajah tirus dengan tulang wajah yang sempurna, hidung mancung, dan mata yang tidak sipit, like father like daughter. Mereka berdua benar-benar mirip. Sementara gadis muda yang tertinggal di belakang mereka segera menyusul mendahului ayah anak dalam balutan dress hitam dan setelan jas hitam yang kontras dengan kulit putih keduanya itu dengan langkah kakinya yang ringan beralas flat shoes warna putih gading, senada dengan sackdress berlengan rendahnya, wajahnya bulat dan lembut, ia mendapatkannya dari ibu mereka.

Keluarga itu berhenti melangkah di depan pintu restaurant.

“Selamat datang, tuan dan nyonya.”

Begitu disambut dengan pelayan di depan, gadis dengan dress putih itu memisahkan diri dan mengambil meja agak menyudut, namun ia masih dapat dengan leluasa mengamati ayah, ibu dan kakak perempuannya yang mendekati sebuah meja yang sudah ditempati oleh seorang pria separuh baya.

“Selamat malam, ini daftar menunya.”

“Kenapa pertemuan bisnis Krystal juga diajak, sementara aku tidak boleh. Tsk.” Gadis itu mengalihkan pandangannya ke daftar menu yang baru diberikan seorang pelayan di atas meja.

“Ne, terima kasih.”

Krystal menundukkan kepalanya, memberi  hormat pada pria di depannya.

“Jadi ini putri keluarga Jung? Cantik sekali.” Sangat sulit bagi Krystal menarik garis bibirnya untuk sekedar tersenyum menghargai pujian yang menurutnya hanya basa-basi belaka.

“Anda tidak datang bersama istri, tuan Park?”

“Istriku, sedang ke belakang, sebentar lagi pasti kembali, lebih baik kita pesan makanan dulu sambil menunggu.” Pria itu melemparkan senyum lagi sebelum memanggil pelayan, senyum yang mengingatkan Krystal akan seseorang.

 

Jung Eunji, 16 tahun,

Gadis itu malam ini duduk termangu di sebuah kursi sambil membalik-balik daftar menu.

“Jadi, apa yang mau anda pesan nona?” Terhitung kurang lebih 8 menit pelayan itu berdiri di sana, mengulang pertanyaan yang sama.

“Menurutmu apa yang enak di sini? Namanya aneh semua.” Gadis tersebut beralih dari menunya dan melempar pandangan ke meja, berjarak 4 sampai 5 meja dari tempatnya duduk, dimana ia bisa melihat ayah dan ibunya berbincang dengan seorang bapak berumur, dan seorang gadis yang tak pernah ia panggil dengan sebutan kakak, hanya duduk dan menatap kosong.

Eunji mati gaya, sedikit menyesali kenapa ia tak membujuk ibunya agar dapat izin untuk bergabung di meja yang sama, sebab datang sendirian ke restaurant mahal dan hanya punya pelayan yang bisa dijadikan teman bicara bukanlah ide yang bagus.

“Ini aneh, karena Krystal bisa di sana, sementara ibu bersi kerasa melarangku.”

“Nona, pesan apa?” Ini yang ketiga kali, dan si pelayan sudah mulai tidak sabar juga.

“Aku tidak jadi pesan, toilet dimana?”

Eunji mendongak, menatap sosok pelayan yang mengenakan kacamata full frame di hadapannya ini.

“Tsk. Di sebelah sana.”

“Oke, terimakasih.”

Eunji mendorong kursinya dan bangkit dari sana.

“Oh, iya, maaf ya, kau pasti kesal karena menungguku sejak tadi. Hehe.” Eunji segera melangkah setelah melempar satu cengiran pada pelayan yang baru saja meladeninya sementara pelayan itu hanya melemparkan satu senyum simpul, yang kentara sekali dipaksakan.

Eunji berjalan dengan langkah  yang ringan dan sedikit tergesa, karena kebelet. Sesaat ia mengingat-ingat pelayan yang memberinya buku menu, Eunji merasa ia tidak asing dengan sosok berpostur sangat jakung itu. Rambut coklat madu lebat yang jatuh di atas tengkuk itu.

Eunji buru-buru berbalik hendak kembali menemui pelayan tadi, namun tanpa disangkanya, gadis itu justru menubruk seseorang yang berjalan dari depan.

“Omo omo omo.”

“Astaga, maaf, maafkan aku.”

Eunji memegangi lengan sosok wanita yang kelimpungan dan hampir jatuh karena ditabraknya.

“Maafkan aku Nyonya, aku tidak melihat-lihat tadi.” Eunji membungkuk penuh sesal tanda maaf.

“Ah, anniya, tak apa-apa.” Wanita itu membenahi pakaiannya yang sedikit berantakan. Dalam hati Eunji bersyukur baik ia maupun wanita itu tidak membawa benda apapun itu seperti minuman yang bisa tumpah, sebab dilihat sekilas pandang saja, Eunji bisa menerka-nerka nominal pakaian mewah milik wanita di hadapannya yang pasti tidak sedikit.

Wanita itu tersenyum dengan ramah seolah menyampaikan kata “Tidak apa-apa”

Setelahnya, wanita itu pergi begitu saja. Meninggalkan Eunji yang bergegas kembali ke dalam restaurant, untuk memastikan tentang pelayan tadi.

Eunji berdiri di dekat panggung kecil di restaurant tersebut, ia mengitarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan, mencari-cari sosok yang dimaksud. Tapi nihil, Eunji tak menemukan sosok pelayan yang melayaninya barusan. Merasa tak memiliki alasan untuk menahan kebeletnya lebih lama lagi, gadis itu beranjak dari sisi panggung kembali melangkah ke arah toilet.

Namun sebuah benda terlihat berpendar terkena pantulan cahaya lampu di atas karpet di muka lorong menuju toilet, tempat yang sama ketika ia tanpa sengaja menubruk seorang wanita beberapa saat lalu. Eunji menekuk lututnya, membungkuk bersamaan dengan tangan kanannya yang terjulur untuk mengambil benda itu.

Sebuah cincin.

Cincin emas dengan mata berlian yang tidak terlalu besar, namun telak menunjukkan bahwa dengan cincin ini, Eunji sanggup membayar uang sekolahnya selama 3 tahun.

Asumsi pertama Eunji, cincin ini milik wanita tadi, yang bertabrakan dengannya, dilihat dari segi penampilan, barang berkelas seperti ini sangat mungkin dimiliki wanita tadi.

Eunji menggenggam cincin itu dan segera masuk ke dalam salah satu bilik toilet. Kebelet buang airnya semakin serius.

“Maaf, aku terlalu lama di belakang sepertinya.” Sapaan wanita berumur 40an itu menyapa setiap orang yang duduk mengitari sebuah meja yang masih polos tanpa hidangan.

Semua orang menoleh dan melemparkan senyuman pada wanita itu, sementara lelaki paruh baya yang duduk tepat di seberang gadis yang sedang menahan ngantuk.

“Perkenalkan, ini istriku Kim Shin Ae.”

Sepasang suami istri lainnya menganggukkan kepalanya samar yang dibalas pula oleh Nyonya Kim itu.

Tapi nyonya itu lebih tertarik pada sosok anak gadis lain yang juga duduk bersama-sama mereka.

“Ini calon menantu kita sayang.” Tutur Tuan Park, suaminya tanpa diminta.

Tak ada perubahan raut wajah yang berarti pada gadis itu, toh dia juga sudah tahu apa tujuannya dibawa ke tempat ini. Sekalipun tatapan dari nyonya Kim yang terlihat jelas sedang menilai dirinya. Krystal tahu, tapi tak peduli.

Beberapa saat, Krystal menerima tatapan seperti itu, dengan duduk diam dengan tatapan menerawang ke arah vas bunga berisi beberapa kuntum mawar segar di atas meja.

Gadis itu bahkan lupa untuk sekedar memberi salam dengan formal dan memperkenalkan dirinya sebelum tanpa diketahui yang lainnya, sang ibu harus menyenggol kaki putrinya agar ia segera memberi salam.

Krystal menoleh sedikit pada ibunya, kemudian gadis itu mengangguk seadanya.

“Apa kabar, saya Jung Krystal.”

Wanita itu tersenyum samar.

“Wajahnya sangat mirip dengan ayahnya.” Tutur wanita itu.

“Tentu saja, ayahnya tampan begini!” Changmin, melempar cengiran lebar, entah maksudnya membantu suasana canggung di meja itu, atau hanya sekedar memuji diri sendiri, paling tidak pernyataannya barusan bisa membuat situasi menjadi lebih bersahabat, dimana semuanya saling melemparkan tawaan renyah.

Ibu Krystal merasa sesuatu yang mengganjal sejak kedatangannya ke tempat ini. Bagaimana pun, ini adalah acara temu antara sebut saja calon menantu dan mertua, meskipun masih di tahap yang paling awal, tapi ia sama sekali tak melihat putra keluarga Park ini. Sementara mereka sudah berada di tempat itu untuk beberapa saat, dan putra yang akan dikenalkan dengan putrinya, justru sama sekali belum disinggung.

“Tapi, sejak tadi, aku tidak melihat calon menantuku, apa ia tidak datang?” Ayah Krystal membuka suara dengan mengucapkan kata calon menantu dengan nada yang dibuat seperti berkelakar. Pria itu seolah mengerti apa yang ada di dalam pikiran istrinya.

Tuan Park mengeluarkan tawaan khasnya, hendak membuka suara menjawab kebingungan relasi bisnis yang akan menjadi calon besannya  ini.

“Maaf Nyonya!”

Semua yang ada di meja itu kembali teralih perhatiannya. Seorang gadis berdiri dengan tatapan yang terkejut.

“Eomma.” Gadis itu Eunji. Ia langsung bergegas mencari wanita yang ditemuinya setelah keluar dari kamar kecil. Begitu menemukan sosok wanita yang duduk bersebrangan dengan keluarganya, Eunji mendatangi meja dimana wanita itu berada begitu saja.

Melihat keluarganya lengkap berada di meja itu, Eunji hanya menyengir lebar, seperti anak kecil yang ketahuan berbuat nakal.

“Ah, kau yang tadi di toilet kan? Lalu, eomma? Apa gadis ini juga putri kalian?” Nyonya Kim mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah ibu Krystal.

Ibu Krystal sempat bertukar pandang dengan suaminya.

“Iya, Jung Eunji putri bungsu kami.”

Eunji membungkukkan badannya seketika dan tersenyum, paling tidak ia harus membuat kesan yang baik, karena orang-orang yang tidak dikenalnya ini pasti relasi ayahnya.

Kali ini justru Nyonya Kim yang saling bertukar pandang dengan suaminya.

“Maaf semuanya, tapi aku hanya ingin memberikan ini.”

Eunji kembali menginterupsi. Ia melangkah lebih mendekat dan menjulukan tangannya yang dari tadi menggenggam sesuatu.

“Tadi aku menemukan ini di atas lantai dekat toilet, kukira ini punya Nyonya.”

“Astaga, cincin berlianku.”

Wanita itu mengambilnya cincinnya.

“Yeobo, kenapa begitu ceroboh?”

“Ini pasti terjatuh saat kami bertabrakan tadi.”

Kini wanita itu mengenakannya kembali.

“Terimakasih ya Jung Eunji, kau gadis yang baik.”

“Sama-sama nyonya.” Eunji kembali tersenyum sopan, tapi matanya bertemu mata ibunya.

“Kalau begitu aku permisi.” Eunji seperti mengerti maksud tatapan ibunya yang tidak menginginkan ia berada di sana.

“Duduk saja dengan kami di sini, kenapa harus pergi?” Tawar tuan Park.

Eunji melirik ibunya.

“Tapi, kukira ini perbincangan orang tua, anak kecil tidak boleh dengar kan?”

“Hahaha, duduklah sayang, pembicaraan ini kan juga tentang kakakmu.” Nyonya Kim menepuk kursi di sampingnya yang belum ditempati seorang pun.

Akhirnya dengan ragu Eunji menempatkan diri di kursi itu, ia sempat melirik ibunya, khawatir ibunya akan marah, karena sebelumnya ia memang telah diperingatkan untuk berada di tempat terpisah. Namun, sejujurnya ia sendiri bertanya-tanya dengan penasaran, tentang kepentingan antara sepasang suami istri yang duduk sejajar dengannya, kedua orang tuanya, dan yang terakhir kakaknya. Terlebih, Eunji menggarisbawahi kata ‘tentang kakakmu’ yang baru saja diucapkan Nyonya Kim.

Bertepatan dengan duduknya Eunji, tiga orang pelayan mengantarkan pesanan pertamanya, makanan utama.

Sementara salah seorang pelayan dengan cekatan meletakkan piring-piring ke atas meja makan, Tuan Kim segera membuka perbincangan lagi.

“Jadi sebenarnya ada perubahan rencana dalam perjanjian kerjasama perusahaan kita.”

Tuan Park menggantung kalimatnya. Krystal mengalihkan pandangannya pada fetuccini di hadapannya. Ia lapar. Di seberangnya Eunji masih penasaran tentang apa yang akan dibicarakan di meja ini. Ia hanya duduk dan memasang telinganya dengan baik.

“Perubahan rencana bagaimana?” Ayah Krystal mulai bertanya. Dilihatnya Tuan Park bertukar pandang dengan istrinya lagi sekilas.

“Kami, sebenarnya punya dua orang putra, meskipun satu anakku, dan satu anak istriku, tapi keduanya punya hak yang sama dalam perusahaan. Jadi kami memutuskan untuk menjodohkan kedua putra kami pada Jung Krystal.” Tuan Park melemparkan pandangannya pada Krystal saat nama gadis itu disebutnya. Bertepatan dengan itu, Changmin, istrinya, maupun Eunji tak dapat menyembunyikan ekspresi kagetnya.

Eunji melirik Krystal. Kakaknya? Akan dijodohkan? Dengan dua orang putra bapak dan ibu relasi ayahnya?

Krystal terlihat tenang di tempatnya, namun bukan berarti ia tidak peduli dengan pernyataan Tuan Park barusan. Ia sama dengan yang lain, terkejut.

“Maksudmu, putriku akan punya dua calon?”

Eunji kali ini beralih pada ibunya. Menyadari alasan kenapa ia dilarang makan bersama dengan ibunya, dan cenderung menutup-nutupi acara makan malam ini darinya. Krystal akan dijodohkan. Itu intinya.

“Memang begitu, tapi bukan seperti yang anda pikirkan. Negara kita melarang pernikahan dengan lebih dari satu pasangan bukan?” Tuan Park melemparkan senyum lebarnya.

“Apa maksudnya?”

“Krystal akan punya dua tunangan, tapi yang akan jadi suaminya hanya seorang.”

“Dua orang tunangan, ini sangat konyol.” Changmin menggenggam tangan istrinya di bawah meja, menahan ledakan istrinya lebih besar lagi. Ia pribadi cukup kaget mendengar ini, dan mengerti bagaimana perasaan istrinya yang sejak awal tak pernah menyetujui perjodohan macam ini, ia tidak ingin mengorbankan masa depannya hanya untuk kepentingan mereka, tapi siapa yang tahu salah seorang anak gadisnya mendengar percakapan ia dan istrinya saat tengah malam, siapa juga yang menyangka justru anak perempuan sulungnya lah yang menawarkan dirinya sendiri. Sebelumnya, ide kerjasama perusahaan atas nama pernikahan yang terdengar sangat klasik ini bahkan tak pernah terlintas di benaknya. Changmin bahkan telah menyiapkan dirinya akan kemungkinan terburuk yang akan menimpa perusahan kecilnya yang ia rintis sendiri dari nol yang merugi terus sejak beberapa waktu belakangan.

Changmin menatap wajah putri sulungnya yang masih seperti tanpa reaksi. Bagaimanapun, ia adalah ayah seorang Jung Krystal, sosok yang mengenal baik putri sulungnya yang terkesan diam dan tidak peduli dengan segala seuatu di sekelilingnya. Changmin mengenal baik bagaimana putrinya sering menunggu untuk membuka gerbang subuh-subuh, saat Changmin baru pulang lembur. Meski tanpa sapaan basa-basi yang ramah seperti ‘Appa sudah pulang? Ingin kubuatkan minuman?’ ‘Apa appa mau kupukul punggungnya?’ Changmin tetap merasakan kehangatan dari perhatian yang diberikan anak perempuannya ini. Ia mengenal anak gadisnya ini lebih dari siapapun yang hanya mengetahui pribadi anti sosial seorang Jung Krystal. Namun di detik Changmin sendiri, sebagai seorang kepala keluarga merasa telah gagal. Meskipun tidak sesederhana kelihatannya, tapi pada dasarnya, ia tetap saja mengorbankan putri sulungnya ini.

“Tidak apa-apa eomma, yang dua hanya tunangannya bukan.”

Untuk pertama kalinya dalam pembicaraan itu Krystal mengeluarkan suara atas inisiatifnya sendiri.

Eunji terus-terusan menatap kakak perempuan satu-satunya itu, entah apa yang ada di pikiran Krystal, Eunji tak pernah bisa tahu, atau menebaknya.

“Baiklah, jadi dimana kedua calon tunangan Krystal sekarang?” Setelah hening sebentar, Ayah Krystal, Changmin kembali meneruskan perbincangan ini.

“Untuk malam ini, hanya kita saja, tapi pertemuan selanjutnya sudah kutetapkan, agar kalian bisa mengenal anak-anak kami lebih dekat.”

“Siapa namanya hyung?”

Pertanyaan ayah Krystal dan Eunji ini dibiarkan mengambang sebentar, sebelum Tuan Park dan Nyonya Kim menjawabnya. Pertanyaan yang sedari tadi ingin sekali dilontarkan oleh Eunji, yang sejak sebelumnya memang bersama-sama mereka, tapi bukan berarti menjadi bagian dari perbincangan tersebut. Benar, sejak tadi yang bisa dilakukannya hanya membiarkan dirinya disana duduk dan dikejutkan oleh hal-hal yang tidak pernah disangka sebelumnya.

“Namanya. . .”

Tuan Park menyunggingkan senyumnya, membuat segala sesuatu yang akan diucapkannya akan terdengar lebih misterius.

“Park Chanyeol. . dan Byun Baekhyun. Sudah mengenal keduanya bukan Jung Krystal?”

 

Cowok jakung itu melempar apronnya sembarangan. Angin malam meniupkan rambutnya yang lebat kecoklatan. Tangannya yang menggantung di sisi kanan dan kiri tubuhnya sekarang beralih memegangi beton yang setinggi perutnya, mengizinkan siapapun orang yang frustasi untuk bunuh diri dengan melompat dari rooftop gedung itu.

“Ini akan menjadi seru, dan kukira kau akan sependapat denganku.”

Tanpa perlu repot-repot berbalik, Cowok berambut coklat itu tau sosok yang berada di sana selain dirinya.

Dengan satu gerakan, Byun Baekhyun, mendudukkan dirinya di atas beton selebar sejengkal tangan yang puluhan meter jaraknya dari permukaan tanah di bawah.

“Tapi yang paling menarik itu, karena dia adalah Jung Krystal bukan?”

 

TBC

 

Komentar, saran, dan kritik ditunggu. Kamsahamnida, dan sampai jumpa di beberapa dekade berikutnya \^^/

Advertisements

32 thoughts on “That Sweetest Hatred Part 2 [FULL]

  1. Wow ini lebih muter lagi ceritanya o.o
    Dijodohkan?? Sama baekhyun lagi?? Jangan-jangan baekhyun anak tiri ya?? Lebih seru gimana ntar kalo dipaksa kencan baekhyun sama krystal.

    • wkwkwkwk.
      iya baekhyun anak tiri, emaknya kan nikah sama babenya chanyeol fufufu.
      ups, jangan membocorkan rencana untuk part selanjutnya. hehehe.
      thankyou sudah mampir dan salam kenal ya 😀

  2. Akhirnya full juga part 2..
    Oh iya aku panggil kamu saeng ya,soalnya aku lebih tua dri kamu..
    Enggak nyangka bgt kalo chanyeol m baekhyun tunangan klee,kirain cuman chanyeol aja..
    Penasaran bgt neh gimana ekspresi klee ketemu chanyeol m baekhyun..
    D tunggu klanjutannya saeng ^^

    • heheheee
      yes please onnie.
      punya dua calon tunangan ganteng nan kece sih kalo saya ga nolak.
      oke sip, siap untuk penantian tak berkesudahan aja yah onn. HAHAHAAHAHAH.
      MAKASIH SYUDAH MAMPIR ONNIE.

      ps: ngomong2 kita belum kenalan kan onn ya? atau udah? atau belum? —> iket di rel
      bodo ah, kalo udah, kenalan lagi aja ya. IRINE KAREN OKTAVIANI imnida. fufufufu 17 tahun, sedang (sok) sibuk dengan segala macam urusan yang berhubungan dengan UN. Salam kenal onnieeh~

  3. kasian sih eunji nya pasti dia tambah benci sm krystal :@
    krystal sm bacon aja trus chan sm eunji lbih cocok 😀
    next chapternya ditunggu thor 🙂

  4. Seru bgt !!!^^
    ih gk nyangka krystal punya dua tunangan ..
    kan si eunji suka tuh ama chanyeol , pasti marah besar tuh dia ..
    cinta segi empat ya ?
    eunji -> chanyeol -> krystal – > baekhyun .. ??
    bner ?
    umma ! oh no ! >.<

    seru !
    update soon ya , hiatusnya jg jgn lama-lama .. u,u

    • heheheee cinta bersegi2.
      sebenarnya, belum tau mau dibawa kemana cerita, lanjutinnya pun entah kapan
      makasih udah mampir ya, hiatusnya udah pasti lama lo. /slapped.
      ^^V

        • pokoknya kalo ada ide dan waktu, aku sempatin buat lanjutin kok. sebenernya nggak hiatus hiatus amat sih, bisa dibilang semi hiatus lah. pokoknya sampe UN sama dapet tempat kuliah, sekitar setengah tahunan lagi. tapi kan aku ga hiatus total, jadi masih ada update juga di blog ini

  5. Aku rada ga ngerti ujungnya*plakkk…wkwk.

    Ayolah eunkyung,update lagi..kkk..

    Eunji cocok lho jd jahat..huehue..

    Aku pnsrn..

  6. halooo, prasaan ak uda ngomen d part sebelumny tp ga masuk yaa? -___-a
    ga sabar gimana proses pdkt chanyeol sm baekhyun k krystal ;;)
    trus konflik antar krystal-eunji jg pasti makin hot hehe
    sbnarnya ngarep baekstal sih, love-hate relationship is the best hahaa
    smoga lanjutanny cepet yaa hehe 😀

    • aku juga kadang gitu kok.
      haha, liat nanti aja ya, aku juga ga sabar lanjutin ini ff, tapi masih belum sempat.
      iyaa, aku emang mau bikin semacam itu, tapi ya, mudah2an nanti hasilnya lumayan lah. makasih nadiera. dan salam kenal ya ^^b

        • bisa jadi.
          huaahahah. ditagihin lagi.
          eh liburan ya, eeeeerrrr *mau ngeles lagi* *tendang*
          aku lagi nyari temen buat lanjutin ff ini, kalo ada yang mau, kalo enggak, masa depan ini ff satu, saya pun nggak tau. soalnya, kalo ada waktu, nggak ada ide, eh, idenya udah ada, nggak sempet dikerjain, udah keburu lari lagi idenya. *masih ngeles*

          oke dira. aku 95 lines, shawol.

          • ayo dong ayoook 😉
            nah loh siapa tuh yg mau jd asisten kamu, harus ada nih ak masih mau liat masa depan ff ini *loh
            ak jg gitu sih klo ga niat nulis ide datang tiba2, musti d tulis sebelum kelewat gitu aja idenya TT
            ak 93line (trnyata eonnie -__-) Elf exostan (sebenarnya smtown biased lol)

          • ayo dong apdet ayoook, biar ada bacaan pas libuan nih 😉
            emg gitu sih, susah klo ide numpang lewat doang, apdet dulu baru cari asisten *tetep*

            km ak panggil siapa nih? ak 93line (sudah tua trnyata =__=) exostan (tp sebenarny smtown biased lol)

            • part 3, preview doang sih, udah ada tuh. hehehe
              oh, panggil onnie dong ya akunya.
              panggil aku apa aja boleh deh, panggil gadis cantik penakluk hati minho juga bisa. *ini jelas fitnah*
              nama asli aku irine, kalo nama yang menginternet(?) sih seo eunkyung.

              onnie biasnya siapa aja nih?

  7. Can you translate your story in english? Pleaase TT.TT I’d love to read it but I can’t understand it.

    • since my english is so terrible, it’ll definitely take more time to translate the story meanwhile i am still busy due to uni enrollment preparation. sorry, i can’t make it now

      anw, i’m curious how you cud be into this story if you don’t know bahasa?

  8. aaaaarrggghhh katakan sudah berapa lama aku gatau ini TT sudah berapa lama ini apdet? sudah berapa lama aku ketinggalan ini? tuh kaaan aku jadi lupa ini TT gara-gara nyetalk blognya kak Rara Eonni lihat editannya dia, jadi keinget sama cerita ini deh TT

    tapi kak EunKyung (doh, maaf kak aku belum lihat profil kakak jadi ngga tau namanya TT) hebat bikin aku so curioooousssss TT demi apapun sukaaak banget sama karakter Krystal disini… kesannya meski dia itu galak dan dingin banget, tapi dia sebenanrnya perhatian lho :))

    aku meluncur ke part tiga yah kaaaak 😀

    • *pukpuk*

      panggil eunkyung juga nggak papa, kalo lidah keselipet (?) kan bisa jadi manggil sekyung, kita 11 12 kok. *ini bukan dusta, tapi fitnah* HAHAHAHA

      aku seneng banget baca komentar kamu makanya langsung online mau bales.

      aku meluncur ke komen part 3 juga hahahah.

Put Your Comment Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s