Fool Proposal in April Fool

Cast: Kang Minhyuk, Kang Hyeri

Genre: Apa aja boleh.

Length: Drabble

Diketik tengah malem sampe jam 2 malem, ngaco? Pastinya. Judul sebenarnya April fool in Blue September (?)

Untuk Febri onnie tersayang (agak maksa) yang udah baik hati bikinin aku ff sama pakchoi!

Here it is.

“Apa maumu?”
Cowok itu beringsut maju satu langkah, memperkecil jaraknya dengan seorang gadis yang terlihat sedikit jengah.
“Cintamu…”
<DUG>
“Auuw.” Rintihan itu terdengar tepat setelah tendangan gadis itu bersarang di tulang kering cowok di depannya.
“Serius, Kang Minhyuk. Kau bukan remaja yang baru puber.”
“Bagian mana yang kau kira tak serius? Aku sudah sangat serius sejak tadi Kang Hyeri.”
“Aku yang harus bertanya, bagian mana yang kau bilang serius?”
“Kau punya masalah pendengaran? Aku baru tahu!” Nada suara meremehkan ini membuat emosi gadis di hadapannya tersulut.
“Kau hanya menghabiskan waktuku. Aku pulang!”
<GREP>
“Siapa yang mengizinkanmu untuk pulang?” Gadis itu berusaha melepaskan cekalan di tangannya, namun semakin ingin dilepas, semakin dipererat cekalan tangan itu.
“Arraseo! Apa sekarang maumu? Maumu setelah membuat skenario konyol, pura-pura tertabrak mobil dan sekarat, membuatku hampir mati mendengarnya. Dan melihatku menangis seperti orang gila kemudian kau tiba-tiba bangun dan dengan bodoh bilang  ‘April Fool!’ Mau mempermainkanku? Kau berhasil. Kau dapat nilai A dariku.Sekarang lepaskan!”
Alih-alih melonggarkan cekalan di pergelangan tangan gadisnya yang telah memerah, cowok dengan pakaian pasien rumah sakit itu menarik tangan gadis yang tampak begitu sebal ke dalam pelukannya, mereka berdua menjadi perhatian bagi seluruh pengunjung rumah sakit atas keributan yang tidak wajar ini, dan sekarang cowok itu semakin memperparah keadaan.
Kepalanya menunduk, kemudian semua orang di depan ruang ICU rumah sakit itu mulai dari yang tidak berkedip sekalipun, sampai ibu-ibu yang sibuk menutupi mata anaknya melihat bagaimana cowok itu, Kang Minhyuk, mencium bibir seorang dokter magang di rumah sakit besar ini. Kasar, dan tidak romantis.
Dokter itu tersadar, ia mendorong tubuh cowok di hadapannya dengan sekuat tenaga melepaskan diri.
<PLAK>
Suasana yang gaduh, mendadak hening.
Pipi cowok itu memerah, berbekas karena pukulan yang begitu kuat.
Sementara, itu cekalan di lengan gadis itu terlepas begitu saja, dan ia memanfaatkannya untuk meloloskan diri dari situasi tersebut.
Cowok itu menghela nafasnya dengan berat, dan berteriak.
“Apapun hal yang romantis tidak akan berhasil jika denganmu.”
Langkah gadis itu berhenti begitu saja, saat melewati barisan pasien dan pegawai rumah sakit yang melingkar mengelilingi cowok tadi dan gadisnya, dokter Kang.
“Aku bukan mau mempermainkanmu, mungkin ini keterlaluan karena aku mengacaukan tempat kerjamu dan bertingkah seperti anak SMA yang ingin mengerjai pacarnya, di hari april fool, tapi aku memilih hari ini, karena satu alasan. Karena aku ingin mengatakan hal yang benar-benar nyata, bukan lelucon atau kebohongan dan akan menjadi satu-satunya yang betul-betul benar adanya, diantara kebohongan di tanggal 1 April.”
Hening sebentar, dan suara tenor cowok itu kembali terdengar.
“Dan jika kau tanya apa mauku, aku sudah bilang sejak awal, kau saja seenaknya memotong kalimatku.”
“Aku mau cintamu!”
Gadis itu hendak melangkah lagi karena merasa tak ada yang perlu didengarkan, sebab menurutnya, ia hanya mendengarkan omong kosong, sama seperti sebelumnya.
“Dan komitmenmu!”
Semua orang terdiam, terlarut dalam drama live di hadapan mereka.
“Kau benar-benar mengacaukan rencanaku. Rencana yang dengan susah payah kususun sampai aku bisa melupakan pertandingan winning elevenku dengan Minho!”
Hyeri berdiri menolol, tapi mulai mencerna kemana arah racauan laki-laki pasien gadungan rumah sakit ini.
“Kau tidak tahu bagaimana sulitnya menahan tawaku saat pura-pura terbaring di ranjang begitu mendengarmu menangis meraung-raung, menahan tawa, dan merasa begitu bahagia di saat yang bersamaan, ketika kau menangis, karena saat itu aku menyadari sesuatu, ada seorang yang sangat takut kehilangan diriku.”
Kedua garis bibir cowok bermata sipit itu melengkung tanpa ia menyadarinya.
“Tapi aku lupa kalau kau seorang dokter, kau terlalu cepat menyadari kejanggalan dari jarum infus yang terlihat keluar tanpa menancap ke punggung tanganku. Kau, langsung mencabut oksigen dari mulutku dan mengamuk begitu saja. Kau tidak tahu kan? Kau benar-benar melewatkan bagian pentingnya..”
Minhyuk menggantung kalimatnya. Perlahan berjalan mendekati gadis itu, si dokter yang sejak tadi marah-marah padanya, menendang kakinya, juga menamparnya.
Cowok itu, berdiri menjulang di hadapan Hyeri, tapi Hyeri terlihat sama sekali tak ingin mendongak untuk melihat wajah cowok itu.
“Bagian di mana lampu ruangan ICU dimatikan, dan para suster menerangi ruangan dari jendela transparan dengan lilin-lilin yang dipeganginya, kemudian aku akan seperti ini.”
Kang Minhyuk, merendahkan dirinya, hingga berlutut di depan kaki si dokter dan si dokter sendiri justru memalingkan pandangannya ke arah lain.
Minhyuk, tahu benar, gadis di hadapannya ini sedang menghindari kontak mata dengannya, Minhyuk cukup sadar, kemarahan gadisnya yang luar biasa barusan telah meluap. Gadis itu sedang bersorak di dalam hati, dan sekarang tengah berakting jual mahal untuk mempertahankan apa yang disebut dengan ‘gengsi wanita’. Namu cowok ini juga tahu, itu tidak akan bertahan lama hingga ia menyelesaikan rencananya, ‘rencana B’ rencana tak terduga.
“Aku, Kang Minhyuk, meminta Kang Hyeri untuk menjadi istrinya. Apa kau bersedia, Dokter Kang?”
Hyeri menggigit bibirnya. Bagaikan roller coster, 2 menit yang lalu ia bahkan marah besar dengan laki-laki di depannya, namun sekarang ia justru sangat bahagia melebihi siapapun di dunia ini, dan kali ini pun karena orang yang sama. Laki-laki di depannya.
Dan air mata itu justru jatuh dan mengalir begitu saja di kedua pipinya, bahasa non verbal yang secara nyata mewakili perasaan gadis itu.
Minhyuk sungguh sangat ingin segera berdiri dan mendekap gadis yang tengah menangis sesenggukan itu, tapi ia harus menyelesaikan satu hal lagi. Ia meraba saku piyama pasien yang tengah ia kenakan, saku baju, juga celana, tapi barang yang diinginkan tidak ditemukan juga. Cowok itu sedikit panik, sebelum akhirnya berdiri lagi dan membuat semua orang bingung dan berbisik-bisik, termasuk Hyeri sendiri.
“Itu, cincinnya, aku mungkin meninggalkannya di dalam ruang ICU.” Cowok itu menyengir lebar, sambil menggaruk tengkuknya, dan itu membuat Hyeri menjadi gagal terharu.
<DUAGH>
“MATI SAJA KAU!”

END

Advertisements

9 thoughts on “Fool Proposal in April Fool

  1. irin muah muah muah!!!!

    ini ff beneran bikin aku meriang tanpa henti setelah kamu kirim ini ke email aku. kamu gatau kan aku kayak orang ayan baca ini, sedikit miris sama sikap hyeri yang sebenarnya adalah seorang FEBRI, gabisa berhenti senyum pas minhyuk nyeritain skenario romantis yg dia buat yg ternyata udah keburu gagal, mau teriak tapi gabisa karena aku baca di pagi buta pas bagian minhyuk nyium hyeri, apalagi pas minhyuk berlutut dan minta hyeri jadi istrinya??? dan kamu tau ga kan AKU MAU BANTING LAPTOP PAS MINHYUK NYENGIR DAN BILANG CINCINNYA KETINGGALAN?????? yang ada dipikiranku saat itu “irin, you are so dead!!!!”

    tapi kalo kamu mati ntar siapa yg bikin ff semanis sekaligus sekoplak ini lagi? you are my favorite author since i red your fanfic at first time.
    huahahahahahaha cium irin bertubi-tubi :*****

    salam
    dr.Kang

    • bangke!!! udah ngetik panjang, kehapus pula!

      re write short mode on ya onnie. hahaha

      yg pertama, sorry late reply, baru sempet ol pc, tapi bacanya udah dari pertama onn ngomen sih. hehe

      BANTING ONN! BANTING!

      niat awal sih, endingnya ga gini, pokoknya semacam happily ever after, tapi minhyuknya yang gamau, mending sama author daripada febri onnie katanya. kata minhyuk lo onn, bukan kata aku. *siapin tameng*

      duh, onnie too much deh, aku kan jadi malu –> muka najong

      onnie juga jadi favorit saya semenjak ff ttg duda keren beranak satu yang namanya onew kok *kedip*

      thankyou udah mampir ke sini ya onn, fyi, itu judul mestinya “fool proposal to fool hyeri in april fool from fool minhyuk and written in one night of blue september by author cantik named irine”

      okedeh, ciumannya saya teruskan kepada minhyuk BERTUBI-TUBI juga,

      ps: dr kang ga pantes, ada tukang listrik juga yang cocok *kickickicked*

  2. Waaa rin, saya baru mampir lagi eh ada ‘cemilan’ (?) hahaha
    minhyuk buat gubrak banget ya, udah bikin heboh RS eh ujung2nya gagal bikin hyeri terharu.
    Keren rin ^^)b
    ditunggu ff berikutnya 🙂

  3. KANG MINHYUK KENAPA CINCINNYA KETINGGALAN?!!! Ah yang bener aja ini orang, udah romantis-romantis begitu, Hyeri-nya udah nangis terharu, cincinnya gatau dimana, hm… Kebayang sih para penonton drama ‘live’ itu pada kaya gimana mukanya-____-
    Aaaaah nice ff… Lucuuuuuu.
    Ditunggu ff-mu yangg sweetest hartred yaaaa, hehehe. Jangan hiatus lama-lama dooongg *puppy eyes*
    Fightinggggg!!! ^-^

    • nyahaha, kan udah dibilang minhyuk, kalo hal-hal yang berbau romantis itu ga cocok sama hyeri. wkwk
      yang pasti, aku mupeng kalo ngeliat itu di depan mata !!! *gak nyante*
      duh, sweetest hatred itu harapan hidupnya miris! *kodok eyes*
      makasih udah mampir kesini a-fikaaa onnie \^^/

Put Your Comment Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s