I am

Cast:

___ (Whoever)

Lee Taemin

Others

Genre: i hate to mention romance!

Rating: Parents guide (Ajak mamanya baca bareng)

Length: Short series yang seharusnya dibuat oneshot, tapi karna authornya ngebet pengen post, jadi dibuat bersambung.

credit: google

Kenapa ada Kai?

Karena dia ganteng *digantung*


Part 1

Aku, terlalu banyak berkhayal. Membayangkan, mengukir sebuah angan yang tentu hanya dapat menjadi mimpi. Terkadang aku duduk di atas bangku halaman belakang waktu subuh menjelang pagi, ketika aku sengaja bangun lebih awal untuk mengerjakan PR yang tak sanggup lagi kukerjakan di malam sebelumnya, aku menatap langit gelap, dan membiarkan udara dingin menyapu seluruh badanku. Dan di saat itu pikiranku akan melayang tentang bagaimana rasanya memiliki kehidupan sempurna layaknya hidup seorang gadis pemeran utama di drama-drama kebanyakan.

Sekarang kedua tungkai kakiku tengah melangkah menyusuri jalanan gang yang setiap hari secara rutin kulewati. Music player yang dulu kudapat setelah melakukan penghematan habis-habisan hampir selalu menyala memutar lagu-lagu ballad yang bertempo lambat dan bernada sedih selalu berhasil memancingku untuk berkhayal lagi. Apa yang kupikirkan adalah, seorang cowok most wanted jatuh cinta padaku, teman SMPnya yang antisosial dan tidak populer. Tapi cowok itu sudah punya kekasih, si cewek manja yang kaya raya. Dan ketika cewek itu dipermalukan habis-habisan di pesta ulang tahunnya oleh pacarnya sendiri –si cowok most wanted- karena pacarnya memutuskan ia tepat di acara puncak, aku si gadis cupu yang sengaja diundang untuk dikerjai di pesta ulang tahun itu, menjadi bulan-bulanan sang putri manja. Aku di dorong ke kolam renang –bukankah pesta ulang tahun orang kaya selalu memiliki latar kolam renang hotel mewah berbintang- dengan sadis oleh si cewek manja. Tentu saja sang cowok most wanted tanpa banyak berpikir melompat langsung ke dalam kolam masih komplit dengan setelan formalnya karena ia terlalu panik saat mendapati gadis yang membuat ia berpaling –tentu saja aku- kehabisan nafas dan meronta di dalam air. Cowok itu sukses membawaku dan mengangkatku ke tepi kolam renang. Tangannya menepuk-nepuk pipiku, namun ketika ia menemukan bercak merah yang mengalir dari pelipisku, dengan semakin panik ia menggendongku, berlari membawaku yang tengah pingsan dan berdarah menuju lift. Sementara tamu undangan hanyan menyaksikan kejadian itu seperti sebuah episode drama.

Semua lamunanku buyar begitu sebuah tangan melambai di depan mukaku. Aku menatap pemilik tangan itu sinis. Cowok jakung dengan rambut hitam yang setiap hari selalu kutemui di gang ini masih seperti biasa, menyedot dan menggigit sedotan yang menancap pada botol susu pisang yang rasanya seperti bubur bayi bagiku.

Aku melepas sebelah tali tas ransel dari bahuku, dan mengaduk isi tasku, mencari benda yang akan ditagih olehnya.

Sebuah pulpen. Dan ia tersenyum penuh arti menerima pulpen itu, lalu menyelipkan beberapa lembar won ke tanganku.

“Gomawo.”

Ia berlalu dari hadapanku.

Begitupun aku, kulanjutkan khayalan yang tertunda barusan, aku harus koma karena pendarahan akibat benturan di dinding kolam renang, atau langsung meninggal saja?

*

“___!”

“___!”

Aku mendongak sejumlah pasang mata tengah memandangi aku, hingga aku melihat guru bahasa inggris yang tengah berkacak pinggang berdiri di depan papan tulis.

“Silakan keluar.”

Aku membereskan tasku yang ringan dan pergi keluar ruangan kelas tanpa membungkuk.

Sambil menguap aku melangkah menuju toilet. Aku tertidur dari pelajaran pertama, dan yang membangunkanku adalah guru di pelajaran ketiga, ini membuatku merasa kebelet pipis dan sedikit lapar.

Sejenak aku berbelok ke toilet, aku mengurungkan langkahku karena pintu ke ruang ganti sedikit terbuka tidak sengaja kulihat sesosok tubuh tengah berjinjit di pinggir sekat bilik.

“Kyaaa! Ada yang mengintip!”

Begitu suara jejeritan histeris itu terdengar sosok yang dipastikan berjenis kelamin bukan perempuan itu melompat turun dari atas tumpukan kardus lalu lari menuju pintu yang berhubungan dengan toilet perempuan.

“Hai cantik!”

Ia lari terburu-buru, namun masih sempat-sempatnya melempar senyum mesum menjijikkan padaku.

Segerombolan murid perempuan yang tadi sedang ganti baju mulai keluar.

“Kau apa lihat ada laki-laki yang baru keluar dari sini?”

“Tidak tahu, aku baru masuk.”

Aku masuk ke salah satu bilik toilet sebelum mereka lebih berisik lagi.

Aku mencucui tangan dan membasuh wajahku dengan air dari wastafel tepat ketika ponselku bergetar.

“Aku butuh barangnya, kapan kita bisa bertemu?”

Kuketik sebuah alamat dan kukirim pesan balasan.

*

Masih terbalut seragam sekolah, aku menyusuri trotoar jalan. Langit gelap, matahari telah tenggelam beberapa jam yang lalu. Sekolah juga harusnya telah berakhir 2 jam yang lalu. Kuedarkan pandanganku ke sekitar. Jalanan begitu ramai dengan mobil-mobil yang melintas, toko-toko serta cafe dan tempat lainnya begitu disesaki oleh pengunjung. Hiruk pikuk dan aktivitas warga kota masih terasa hingga sekarang. Ramai.

Aku membiarkan kakiku melangkah. Dan di taman hangang lah aku sekarang.

“Bruk.”

Seorang bocah kecil terjatuh tak berdaya setelah menabrak kakiku.

Aku membungkuk karena ia mulai menangis.

“Merepotkan.” Desisku.

“Dimana ibumu?” Aku berjongkok dan membantunya berdiri.

Bocah itu terus menangis.

“Ya!” Anak itu memperkeras tangisannya, kurasa aku membentak di saat yang kurang tepat.

“Hey nona, kenapa kau ini, memarahi anakku sampai menangis!” Ibu  itu menggedong anaknya yang sangat cengeng dan melotot sebelum benar-benar pergi.

Aku duduk di bangku taman yang menghadap langsung ke sungai han, airnya begitu suram, gelap dan tenang, tapi pantulan cahaya lampu-lampu entah dari gedung atau, lampu jalan, atau lampu taman membuat sungai itu menjadi bagus.

Aku duduk dalam diam. Mengganti lagu secara acak, hingga berhenti di sebuah lagu yang aku sendiri tak tahu apa judulnya. Paling tidak lagu sedih ini cukup mendukung suasana untuk melamunkan hal-hal sedih.

Membayangkan apa yang tertangkap oleh mataku sekarang, seorang bocah laki-laki di gandeng oleh sepasang pria dan wanita sambil berjalan-jalan, jika terjadi padaku, akan bagaimanakah rasanya?

Apakah jika aku punya ibu, aku akan melawan dan memakinya karena melarangku pergi ke klub malam?

Jika aku punya ayah, apakah ia akan duduk di ruang tamu selama sejam mengintrogasi setiap laki-laki yang datang ke rumah?

Getar ponsel menghentikan lagu yang terputar sejenak.

‘Tempat biasa, aku membawa seorang teman.’

Baiklah, drama tentang gadis yang tak punya orang tua bersambung di sini, kembali bekerja.

*

“Permisi, toilet ada di sebelah mana?”

“Di sebelah sana nona.”

“Terima kasih.” Aku berjalan memasuki bagian dalam cafe menuju toilet, dengan cepat mengganti kemeja dan rok sekolah dengan pakaian yang kubawa dari rumah. Kusumpal begitu saja baju seragam ke dalam tas sambil berjalan keluar, tak sengaja badanku menubruk orang lain.

“Mian.” Ujarku singkat.

“Kau terburu-buru sekali cantik.”

Aku menegakkan kepalaku, Lee Taemin dan wajah bodohnya.

“Kukira kau hanya suka mengintip di toilet perempuan sekolah.”

Aku mendahuluinya.

“Terima kasih toiletnya.”

“Iya, sama-sama.” Tukas kasir cafe itu ramah.

“Silakan datang kembali nona.”

Aku menoleh sekilas padanya. Ia malah mengedip menjijikkan. Muka dua, kepribadian ganda.Hanya karena ia klienku, kalau tidak aku tak sudi dekat-dekat dia.

TBC

p.s: Halo! FF ini ff yang dikerjakan dengan mood, harap maklum kalau nggak ada lanjutannya.

Advertisements

7 thoughts on “I am

  1. he? kok udah tbc….hadew, sebenernya di “dia” tu siapanya Taemin? trus dia kerja apa, kok nganggep Taemin sbg kliennya?

    “dia” sebatang kara kah? ga punya ortu? kasian……….

    Taemin, si adek yg so inocent itu punya hobby ngintip? bintitan lhoh(?)…

    trus ini si Kai kok kagak ada? *reader banyak nanya…=,=

    next part ditunggu yak 😀
    kutunggu dengan penuh sabar, sesabar nunggu comebacknya SHINee yg diundur2 mulu huhu *slurppppppppprooooottttttttt

    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!
    #WeMissSHINee!!! Please comeback soon!!!

    • hehe, part 3 bakal dijelasin kok, *semoga bener2 jelas*
      iya, yatim piatu.
      tetem: biarin, yang penting masih ganteng << *tendang*
      hohoho okeeee.

      SHERLOCK SHINEE!!!
      SHERLOCK SHINEE!!!
      SHERLOCK SHINEE!!!
      SHERLOCK SHINEE!!!
      SHERLOCK SHINEE!!!

      THANKYOU UDAH MAMPIR DEAN!!! *nama dirimu siapa ngomong2?? dean tah?* /DUAGH

      • deni, tapi aku yeoja lho ya….
        *penjelasan di awal, soalnya sering banget dipanggil mas gara2 tu nama huhu

        iya…SHINee is Back yippie….ga sabar hehe

  2. hahahha nemu temkai cute >.<
    mau ninggalin jejek dulu ah, anyeong reader baru imnida 😀

Put Your Comment Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s