OMO! Part 2a

Title: OMO!

Cast: Lee Jinki, Lee Sungyeol, Kim Hyeli

Other: Keluarga Kim, dll.

Rating: PG

Length: Series

Genre: AU, family –> nambah

Yang bisa buat poster, mohon bantuannya supaya foto butut berisi 2 orang ganteng (?) ini bisa dihilangkan dari peredaran.  ( ื▿ ืʃƪ)

Part 2a

Pagi yang cukup hangat untuk ukuran pagi di  musim dingin. Keluarga Kim bahkan sudah mulai ramai meskipun sekarang baru pukul 5 pagi.

Nyonya besar keluarga ini sudah bangun sejak pukul setengah empat pagi. Tanpa sempat mencuci muka, ia langsung melompat ke dapur dengan mata masih setengah terpejam. Pukul setengah 5 pagi Putri sulungnya Kim Hyeli bangun, jangan pernah berpikir bahwa gadis ini bangun pagi-pagi untuk membantu ibunya. Dengan muka berminyak dan rambut kusut ia melangkah ke ruang tengah, menyalakan lampu dan menghidupkan TV.

Jarinya memencet angka 1 dan 4 hingga chanel TV berganti.

Lagu pembuka berjudul paradise terdengar tepat di bagian reffnya, menandakan ia belum ketinggalan menonton drama yang paling terkenal se-Asia. Boys over Flower.

Kim Hyeli, seorang maniak drama percintaan melewatkan drama yang sangat booming dan diputar berkali-kali di stasiun TV swasta di Indonesia sampai-sampai penontonnya mati kebosanan. *meleset*

Ia yang waktu itu masih duduk di tahun akhir junior high mengikuti bimbingan belajar yang waktunya bertepatan dengan jam tayang drama itu. Hingga ia duduk di tahun akhir senior high, barulah ia mengetahui bahwa drama yang diadaptasi dari komik Hana Yori Dango itu memiliki versi Korea, saat tak sengaja menemukan tayangan ulang drama ini di stasiun TV chanel 14. Kim Hyeli pasti orang terakhir se-Korea yang mengetahui rambut Lee Minho pernah dikeriting tak jelas.

“HYELI-YA! MATIKAN TVNYA! BANGUNKAN ADIK-ADIKMU!”

“Ne..” balasnya dengan suara lemah, namun ia tetap berkutat di depan TV. Sementara itu Youngmin dari kamarnya terbangun karena suara ibu yang tidak bisa dibilang keras, tapi sangat keras. Ia mengambil bantal gulingnya lalu memukul tepat ke muka Kwangmin.

“Sebentar lagi eomma!” racau Kwangmin kemudian ia menarik selimut sampai menutupi kepala. “Bangunlah sebelum eomma yang membangunkanmu, aku tak mau sempit-sempitan berbagi ranjang denganmu kalau kau sampai disiram eomma.. hoaamh.” Ceramah singkat Youngmin berakhir hingga ia menguap. Ia melirik ranjang di seberangnya dimana Kim Minwoo sedang tertidur pulas bersama pulau ilernya yang semakin melebar di atas bantal.

Ia mengacak-acak rambut blondenya sebentar sebelum melakukan ritual pengusiran Minwoo secara paksa dari atas ranjang.

Ketika sudah bersiap menggelitiki telapak kaki Minwoo, pintu kamar mereka terbuka, gadis 3 tahun terlihat membuka pintunya dan berjalan terkantuk-kantuk.

“Oppa!”

Gadis kecil itu berjalan nyaris-nyaris jatuh hingga ke dekat ranjang Kwangmin. Ia berusaha memanjat ranjang hingga ranjang pun bergoyang dan membuat Kwangmin terbangun. Kwangmin menggendong Hyemi naik dan sekarang mereka berdua sudah kembali masuk ke dalam selimut biru Kwangmin. *mupeng*

Youngmin menatap ketiga adiknya hingga ke ranjangnya sendiri dengan nanar. Entah kenapa tiba-tiba ia merasa ranjang itu terlihat begitu nyaman dan empuk dari biasanya. Demikianlah ia berakhir seperti adik-adiknya. TIDUR-LAGI-.

“HYELI! YOUNGMIN! KWANGMIN! MINWOO! HYEMI!!”

“Ne eomma..”

“Ne eomma..”

“Ne eomma..”

“Ne eomma..”

“Ne eomma..”

*

“Noona cepatlah! Nanti aku terlambat!” omel Minwoo.

‘Ctak!’

“Aish, noona, kenapa aku disentil.”

“Bocah, seharusnya aku yang bilang begitu! Masih untung kusetrikakan bajumu! Sudah sana makan dulu!”

Minwoo beranjak ke ruang makan dimana sang ibu masih terus menyuapi adik paling bungsu Hyemi sambil menelpon seseorang entah siapa.

Ia mengambil sesendok besar nasi dari rice cooker ke dalam mangkok dan membawanya ke meja makan.

“Minta udangmu ya!” seenak jidat Minwoo merampas udang di mangkuk Hyemi  begitu eomma meninggalkannya sebentar ke dapur.

“Aish oppa! Shirreo ya! Eommaaa!”

‘BLETAK!’ tanpa sepengetahuan Minwoo, rupanya Kwangmin sudah ada di belakangnya dan jitakan itu tidak dapat dihindari lagi.

“Auu, hyung, sakit!”

“Kembalikan udang Hyemi, kau makan ayam saja sana!” Kwangmin mengambil udang goreng tepung yang besar itu, memindahkannya ke mangkuk hyemi lagi.

Tanpa membantah Minwoo mengambil sepotong ayam goreng di meja dan memakannya dalam diam. Begitupun Kwangmin dan Youngmin yang menyusul.

“Minwoo-ya, bajumu noona letakkan di ranjangmu! Eomma aku pergi dulu ya!”

“Iya!” Hyemi menjawab menggantikan eommanya yang tengah bertelpon-ria.

Minwoo terlihat sudah selesai makan dan ia beranjak pergi namun Youngmin memanggilnya.

“Minwoo-ya, bawa mangkukmu ke bak cuci!” ujar Youngmin dengan suara kalemnya.

Minwoo kembali berjalan ke meja makan dan membereskan perlatan makannya ke mangkuk. Bocah 7 tahun itu memakai baju seragamnya yang baru disetrika Hyeli karena eomma melupakan menyetrika baju seragamnya. Ia hendak menggendong tas ranselnya, tetapi seperti tertahan ketika pandangan matanya terhenti pada sebuah pigura yang berisikan foto 2 sosok di dalamnya.

Seorang pria dewasa dan bocah kecil di sampingnya sedang duduk sambil mengacungkan jempol mereka dengan dilatarbelakangi gulungan air laut yang menyapu pasir pesisir.

Ia hanya melihati foto itu sebelum ibu lagi-lagi mengeluarkan lengkingan seriosa menandakan ia harus lekas naik ke mobil.

*

Hyeli sampai di detik-detik terakhir bel sekolah berbunyi. Ia yang terbiasa naik subway entah kenapa memutuskan untuk naik bus secara tiba-tiba, dimana hanya sekitar 100 meter dari tempat pemberhentian bus, busnya mogok dan sama sekali tidak bisa dihidupkan kembali. Hingga ia berlalri-lari ke stasiun yang berjarak tak terlalu jauh dari sana, namun keberuntungan memang seperti menjauh darinya. Kereta baru saja berangkat semenit setelah ia tiba di stasiun. Masih belum kehilangan akal, ia mencoba menghubungi ponsel ibunya, tas selempang itu dirogohnya dengan tidak sabaran, buku-buku dan segala alat tulis dikeluarkan ke atas salah satu bangku di stasiun sampai tak tersisa satupun benda di tasnya barulah ia menarik kesimpulan kalau ia tidak sedang membawa ponsel.

Kereta selanjutnya berangkat sekitar sejam lagi, sementara bus dengan rute ke sekolahnya akan datang setengah jam lagi. Ia dengan segenap kekuatan yang masih tersisa berlari menyusuri jalan yang sama saat menuju ke stasiun.

“Semoga eomma belum berangkat! Semoga eomma belum berangkat!”

Sampai di pertigaan menuju jalan perumahan, jeep hyundai putih tepat keluar dan membelok ke kanan sementara Hyeli masih berada dalam jarak kurang lebih 50 meter lagi dari mulut gang dengan arah berlawanan dimana mobil berbelok.

“EOMMAA!!! YOUNGMIN!! KWANGMIN!! MINWOO!! HYEMI!!!!!!”

Hyemi jatuh terduduk di atas trotoar di pinggir jalanan. Mobil eommanya terus menjauh dengan kecepatan yang semakin kencang hingga benar-benar telah menghilang dari pandangan Hyeli tanpa mendengarkan seruan yang Hyeli ucapkan dengan nafas tinggal sepotong. Udara yang dingin membuat uap dari nafasnya yang membu”ru tak beraturan mengepul dari mulut dan hidungnya.

“Hyeli? Kim Hyeli? Si ‘Nona Sok Jual mahal’ ?”

Hyeli mendongak melihat sebuah motor sport yang menepi di bahu jalan dekat trotoar dimana Hyeli tengah duduk-duduk santai, pengendaranya yang tanpa melepas helm pun sudah dikenali oleh Hyeli dengan cepat, mengingat Hyeli pernah menghabiskan beberapa bulan awal tahun ajaran untuk terus memandangi ataupun mencuri pandang ke arah si pemilik motor.

“Oh ya ampun, Sungyeol-ah!Aku tidak berbohong kalau semakin hari kau memang semakin tampan…”

“Hahaha, semua orang tahu akan hal itu!” potong Sungyeol yang segera menarik ke atas kerah jas sekolahnya bangga.

“…aku nebeng ke sekolah boleh ya!” Sambung Hyeli memelas sembari menggosok-gosokkan kedua tangannya yang menangkup di depan muka.

“Tsk..tsk..tsk.. dasar perempuan, naiklah.”

“JINJJA!! Aish, tak kusangka selain tampan kau berhati malaikat!” Hyeli tak sepenuhnya menggombal, paling tidak dalam situasi seperti ini, ia tak perlu malu mengakui itu seperti tempo hari karena Sungyeol hanya akan menganggapnya bercanda.

Sungyeol melepas helm besarnya dan melempar ke arah Hyeli namun Hyeli malah mengelak.

‘Bruk’ helm itu sukses menggelinding di trotoar.

“Ah, helmku!”

Sungyeol turun dari motor menghampiri helmnya yang tergeletak tak berdaya.

“Kenapa kau tidak menangkapnya?” tutur Sungyeol dengan nada kesa, ia mengelus-elus bagian helm 500 ribu wonnya yang lecet.

“Kau yang aneh, kenapa pula tiba-tiba melempariku helm sebesar itu!” Hyeli menunjuk helm dengan jari telunjuknya.

“Ish, kau tidak pernah nonton drama? Biasanya cowok-cowok di drama selalu memberi cewek helm yang dipakainya, adegan ini hampir selalu ada dalam setiap drama!” Sungyeol berseru dengan bibir yang dimonyong-monyongkan.

“Tapi mana ada yang dilempar seperti tadi! Kau yang tidak pernah nonton drama.”  Balas Hyeli ngotot.

Sungyeol yang tiba-tiba sudah berada di depan Hyeli mengangkat helm itu ke atas kepala Hyeli, ia membungkuk sedikit sementara kedua tangannya memasangkan pengait helm di dekat leher Hyeli.

“Kau pikir aku tidak nonton Dream High?”

‘TRAAK’

Suara kaca pelindung helm ditarik turun oleh Sungyeol dengan kasar hingga kepala Hyeli tertutup sepenuhnya.

“Ayo naik!” Sungyeol mendahului Hyeli yang menolol di tempatnya berdiri.

Sungyeol pura-pura mencari kunci motor di saku kemeja seragam padahal ia meraba sekitar jantungnya.

‘Sial, kenapa aku deg-degan?’

.:TBC:.

MIAAAAN!!! Pendek banget ini sih, part 2nya aku bagi 2 soalnya takut gak sempet ngepost lagi karna aku mau pergi keluar kota. FUFUFU. Jadi part 2bnya masih agak lama. *masuk selimut*

MERRY CHRISTMAS AND HAPPY NEW YEAR \^^/ *nyanyi ulmyeon andwae bareng si ikan mokpo*

Advertisements

9 thoughts on “OMO! Part 2a

  1. akhirnya…setelah ngubeg ubeg, klak klik sana sini..nemu jg deh wp pribadimu,
    salam kenal, aq reader baru
    eh q udh coment d ffindo sih, cm mw say hai aj..
    Pkokny next part yak, fighting

  2. UMMAAAAAA *teriak pake toak*
    Kurangggg panjanggg nih umma u.u
    Ih aku kirain yg dimotor tuh Jinki xoxo
    Ih so swit kyk di dream high #awww *mupeng*

  3. Wuaaaa kurang panjaaaanggggg……… Lanjutin yaa, lanjutin plisssss *reader sinting, dateng2 nagih minta lanjutin ff*
    Oiya, sebelumnya perkenalkan diri dulu.. Annyeong.. fikey imnida.. Reader baru disini ^^ salam kenaaal ^^~

  4. duh, blm tau ini, berhubung kena writerblock dan ga sempet juga mau nulis, jadi entah kapan diupdate.

    salam kenal juga. irine imnida, shawol 95, jambi.
    thankies ya udah mampir 😀

Put Your Comment Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s