BOO!

Title: Boo! Prologue or Part 1 (?)

Casts:

Park Taehyo aka @dee_9576

Seo Eunkyung

Kim Jaejoong

Rating: PG 15

Length: On going

Genre: Romance, AU

First time I used main cast beside SHINee, it must be some incompatibility of my beloved oppa JJ’s characs since i ain’t a cassie. This ff is presented to Dee.

Basic idea belongs to @ddftrick

Here it is >//<

Taehyo’s pov

Tahun ajaran baru, aku sudah masuk SMA. SMA yang sama dengan SMP, maksudku masih satu yayasan, walaupun gedungnya terpisah, yang jelas sekolah ini luas sekali. bahkan untuk berjalan dari gerbang utama menuju kelas ku bisa butuh waktu 8-10 menit. Kurasa tidak ada banyak perubahan karena kurang lebih 90% siswa SMP Nanshan meneruskan sekolah ke SMA Nanshan berarti siswa-siswa yang sama, dan teman-teman yang sama. Ini hari pertama, aku tak akan terlambat atau aku akan kehilangan tempat duduk terstrategis di kelas. Sudah hampir jam delapan lewat seperempat dan belum ada tanda-tanda kami –aku dan adik-adikku- akan segera berangkat. Aku bahkan sudah siap setengah jam yang lalu, dan Park Taehee baru bangun tidur sedangkan bibi Kang masih sibuk menyuapi Taehwa. Selalu begini. Mereka benar-benar siap sekitar jam setengah sembilan setelah aku memaksa Taehee untuk pergi tanpa ponselnya yang saat itu terselip entah di mana. Toh Ia tak sampai mati bila eomma menemukan ponsel itu dan membaca semua pesan dari pacarnya. Yeah.. ia punya pacar sejak umurnya masih 12 tahun. Tepat di hari kelulusannya di bangku sekolah dasar, ia menerima surat berwarna pink dari seorang anak laki-laki yang aku lupa entah siapa namanya. Dan katanya si anak laki-laki melepaskan beasiswa di sebuah sekolah internasional termahal di Jepang karena ia ingin bersekolah di sekolah yang sama dengan –kau tahu siapa- adikku. Bakilah itu manis sekali (–.–)”.

Pak Jang mengantar adik perempuan terkecilku lebih dulu ke sekolahnya. Taehwa, ia sudah besar tapi masih sangat manja. Terlebih setelah ibu punya Taejun, mungkin ia menjadi agak iri dengan adik bayiku. Setelah menge-drop Taehwa, mobil langsung menuju ke sekolahku, atau sekolah Taehee. ¬_¬

Kami hanya diturunkan di gerbang, dan mobil pun berlalu pergi. Taehee entah sudah menghilang ke mana dan aku masih harus mencari calon kelasku. Wajah-wajah familiar memenuhi tiap pintu ruang kelas. Begitupun aku, dan kurang dari 10 detik setelah aku sampai di ruangan pertama, aku menemukan ruang kelasku.. ruangan pertama yang tadi. Wow, kurasa aku beruntung hari ini, meskipun tidak datang cepat, semua deretan kursi terdepan masih belum memiliki penghuni. Setelah meletakkan tas, aku kembali ke depan pintu, menyeruak sedikit dan melihat kembali daftar nama-nama yang akan menjadi teman sekelasku. Dan kurasa, sekali lagi aku beruntung.

☻☻☻

Eunkyung’s pov

What the heck!

Aku tidak tahu tidak ada yang membangunkanku atau aku yang memang tidak terbangunkan yang jelas kenapa semua orang tidak ada, dan masalahnya tidak ada apa-apa di dapur, dan yang lebih masalah lagi ini sudah jam 9 kurang seperempat! Aku benar-benar kesiangan bahkan untuk sikat gigi aku tak sempat. Setidaknya aku masih ingat mengunci rumah sebelum pergi. Aku berlari ke jalan utama. Sungguh naas sekali nasibku, bus baru saja pergi saat jarakku hanya tinggal sekitar 50 meter dari halte. Astaga apakah supir bus itu tuli atau apa kalau dia tidak mendengar teriakan high pitchku. Alternatif! Taksi? Kalaupun 3 kali lipat uang yang kubawa, tidak cukup untuk ongkosnya. Oh, hell aku.. kurasa aku, tak ada pilihan selain marathon.

☻☻☻

Brakk..

“Mianheyo saem, aku terlambat, aku sudah dihukum Tuhan lari marathon dari rumah ke sekolah, tolong jangan hukum aku lagi!”

Dan sekelas tertawa terbahak tak terkecuali aku. Menyadari perubahan suasana menjadi sangat gaduh, Eunkyung mendongak dan dia ikut tertawa sendiri tanpa merasa tersinggung sedikit pun ditertwakan atas perilaku konyolnya yang sudah me-refresh otak anak-anak di kelas ini atas pelajaran MTK di jam pelajaran pertama pada hari pertama tahun ajaran baru. Eunkyung berjalan masuk, matanya mencari-cari tempat duduk yang kosong saat ia melihatku, ia melambaikan tangannya. Sayang sekali tempat duduk di sampingku sudah terisi orang lain

☻☻☻

“Andai saja kau datang 5 menit sebelumnya, kurasa kau tak akan mendapat pelajaran MTK sampai naik kelas, atau mungkin kau tak bisa naik kelas karena rapor dengan nilai kosong di kolom bidang studi MTK.” Ucap Hyena begitu melihatku di dekat mejanya. “Hahaha.. Kau lucu sekali!” aku mengambil tempat duduk di depan Hyena, dan minta persetujuan teman semejaku setelah aku duduk tanpa sungkan, karena dia Kyungmi, Kyungmi sekelas denganku saat aku masih SMP, untuk apa aku sungkan bukan Kelasku, tidak terlalu buruk, walaupun ada komplotan anak perempuan centil dan anak laki-laki sok keren di sini. Aku heran kenapa mereka bisa tergabung dalam satu kelas, sedangkan aku, teman-teman dekatku terpisah-pisah, untung masih ada Hyena dan Taehyo di sini. Dan rupanya aku sudah terlambat 1 jam pelajaran, dianggap alfa satu hari, positifnya aku tidak kena hukum kan? Tadi masuk ke gerbang juga manjat dari pohon hanji, dan aku tidak jatuh seperti tempo hari.

☻☻☻

Taehyo’s pov

Jam istirahat tiba, Eunkyung dan Hyena mendatangiku , mereka mengajakku ke kantin, tapi aku menolak, karena ingin ke kamar kecil, dan setelah mereka berlalu dari kelas. Aku membereskan buku ke laci meja setelah itu berjalan ke kamar kecil. Tapi toilet lantai 2 sedang rusak, terpaksa aku turun ke bawah, sekalian ke kantin setelah aku dari toilet. Aku setengah berlari karena memang sudah kebelet dari tadi. Dan betapa terkejutnya saat aku membuka toilet, seseorang keluar juga, hampir saja aku menabrak siswi itu kalau tidak cepat berhenti. “Mianhada sunbae.” Ujarnya pelan. Aku mengangguk sekilas tak ambil pusing karena aku benar-benar kebelet. Aku keluar dari toilet dan mencuci tangan. Pikiranku melayang ke siswi yang hampir kutabrak tadi, dari seragamnya, ia anak SMP. Masih sambil mengibas-ngibaskan tanganku yang masih basah aku keluar, siswi SMP tadi di samping tangga rupanya, tidak terlalu jauh dari sini, saat kulihat arah pandangannya, ia melihat ke lapangan outdoor basket dan melihat.. dia? Uh-oh, pantas saja mau apa anak SMP ke sini kalau tidak ada keperluan tertentu. Aku masih terpekur melihat ke arah lapangan sebelum Eunkyung, Hyena, dan beberapa teman mereka yang kalau tidak salah bernama Lee Hyesu, si kembar Seo Jin Ae dan Seo Jinhye dan satunya lagi aku lumayan kenal dekat, Han Mikyong. Dulu kami satu SD dan sering bertemu di tempat les musik, dia piano, dan aku organ. “Mereka semua mendatangiku kemudian mengajakku menghabiskan sisa waktu istirahat di perpustakaan. Well, dari SMP kami memang pengunjung setia perpustakaan, bukan untuk membaca, tapi untuk bercerita. -__-

Sementara berjalan ke lantai 2, aku masih memikirkan gadis SMP tadi. Dia.. ehm mantan Kim Jaejoong.. katanya. Karena aku sendiri belum tahu mereka sudah putus tau belum. Kalau memang belum putus. Apa maksudnya anak itu ke sini? Hanya melihati Jaejoong uh? “Ya! Taehyo-ya, kau mau kemana?” teriak seseorang. Aku menoleh ke arah asal suara dan ada Eunkyung di sana. “Kau mau kemana sih?” tanyanya sedikit keras. “Aku? Kita mau ke perpustakaan bukan?” tanyaku balik. “Astaga, apa kau barusan tidur sambil berjalan huh? Cepat kemari!” Eunkyung masuk ke ruangan di depannya. Eng.. itu perpustakaannya.

Sudah kuduga, mereka semua larut dalam pembicaraan yang aku kurang paham. Aku tak begitu dekat dengan mereka kecuali Eunkyung, Hyena, dan Mikyong. Hyena pun baru akhir-akhir ini dan Mikyong, kurasa kami hanya sebatas bertegur sapa saja bila bertemu, kami juga jarang mengobrol. Aku sebenarnya aku masih memikirkan itu. Gadis itu seumur dengan adikku, sungguh, aku lupa namanya. Tapi aku masih ingat saat gadis itu digoda teman-teman Jaejoong karena ia memberikan bekal padanya. Dan, uh, Jae pun jelas terlihat malu-malu. Gadis itu cantik, kulitnya putih kontras dengan rambut panjangnya yang hitam dan dikuncir ekor kuda. Tingginya tadi hanya sebahuku, kalau tidak salah. Dan Ia terlihat sangat manis. Entah kebetulan atau apa, secara keseluruhan, ciri fisik kami benar-benar persis. Kulitnya, rambut yang dikuncir ekor kuda dan kacamata minus. Aku tahu gadis itu memakai kacamata, aku sering melihatnya. Dan mungkin ia seperti aku, aku hanya memakai kacamata saat belajar. Yang berbeda hanya tinggi badanku yang lebih tinggi. Oh, kenapa pula aku membanding-bandingkannya.

“Well, Taehyo hari ini sudah 2 kali jiwamu jalan-jalan meninggalkan tubuhmu di sini, Ini sudah bel teman, ayo ke kelas.” Eunkyung mengusikku yang katanya melamun lagi. “Yang lain di mana?” tanyaku begitu sadar tak ada siapa-siapa lagi di sini. “Huh, mungkin kalau aku tak kembali, semua orang akan berpikir dunia mau kiamat karena seorang Park Taehyo bolos dari kelas untuk termenung di perpustakaan.”

‘Kau terlalu mendramatisir Eunkyung.” “Lalala.. Ayo ke kelas.” Anak ini sekarang menarik-narik tanganku –lagi-.

☻☻☻

Eunkyung’s pov

Sekitar 1 bulan, eng atau 2 bulan? Setelah tahun ajaran baru, sekarang aku duduk dengan Taehyo, untung Kyungmi mau diajak pindah hahaha. Sebenarnya aku beruntung bisa duduk dengan Taehyo, karena dia selalu mengajariku MTK dan fisika, entah kenapa aku lemah di 2 pelajaran eksakta itu. Padahal aku ingin masuk jurusan IPA nanti. >,< Dan betapa beruntungya Taehyo, tahun ini ternyata dia sekelas dengan orang yang dia suka. Hhhmm ternyata dia juga bisa suka dengan orang ya? Setahuku Taehyo itu orangnya dingin. Hampir setiap kali satu kelas terbahak-bahak karena lelucon Choi Saem, dan responnya? Tersenyum pun tidak. Tapi suatu hari saat kami berjalan di dekat gerbang sekolah, seekor ayam terbang sambil berjalan dan mengepak-ngepakkan sayapnya di dekat kami, dan tragisnya anak bernama Park Taehyo itu tertawa sangat lepas. Uh-huh, orang yang aneh. Kesan pertamaku saat kami dulu sekelas di SMP kelas 1, eng, dia itu sombong. Tapi setelah kenal dengannya, Taehyo sangat menyenangkan, yah walaupun agak sedikit dingin. Dan dia menyukai seorang yang dengan beruntungnya orang itu tanpa dia ketahui disukai gadis seperti Park Taehyo. Gadis tipikal Putri bangsawan. Dia benar-benar punya manner. Kelakuannya mencerminkan didikan orang tuanya. Sifatnya pun baik, ia selalu peduli pada teman-temannya, tidak pelit dan tambahan, dia itu juara umum di Nanshan JHS. Dan dia memiliki wajah yang sangat cantik. Astaga, anak ini benar-benar mendekati sempurna. Belum lagi ia berasal dari keluarga konglomerat di Seoul. Atau mungkin ia sudah sampai taraf sempurna. Terlalu bertolak belakang denganku! Secara simple bisa dikatakan aku ini jenis anak yang cerewet, pemalas, serta bertampang dan berotak pas-pasan. Sudah kubilang kan, kami bertolak belakang.

.:TBC:.

a.n : terribly sorry for this absurd and failed ff  Dee (_ _)

Advertisements

9 thoughts on “BOO!

  1. hahhaahaha
    bagus nian poo

    untung kau ada masukkin aku, kalo dak, aku dak sudi baca FF ni
    heheeh..
    kan lumayan kan? ada yang ngekomen
    hihihihih

    tapi yo , aku masih agak-agak gak ngerti ttg ceritanya
    makanya, dilanjutin yoo
    jangan malah dak selesai dak keru-keruan
    hahhaahah

  2. sorry for this so-damn-late comment >.<
    i was so busy w/ preparing for school competition -.-'
    and finally i got time to read it ^^ need to refreshing. kkk~

    thanks for the ff, dear ^^
    it's nicely written 😀
    and you MUST know tht he's mine and mine only in my boojaeland. kkk~ XP

    there are few mistakes in writing, but it's not important though.

    wht with tht chicken things, huh? i don't think tht ever happened, and i don't think i'm gonna laugh -.-'
    fyi, i was imagining about the real KIM JAEJOONG not tht one -you know who-.
    thinking bout tht girl giving lunchbox to jae does make me lil bit jealous…

    you have to continue this ff!!! ^^
    i'll be waiting~

    • LOL i’m jst laughing evry time i read ur comment. yeah, the scene when u laughed at the chicken is definitely not happened to u. thanks for reviewing mine onnie, i’m trying to continue it—> u know this habit ofc, don’t u.
      hehe, abt ur ff, i’m looking forward for the straight one. Finished that soon then ^^

  3. Ada namaku diatas *sambilnunjuk* walaupun sekilas, tapi jadilah..
    kata-katanya bagus rin!
    jadi buat reader pingin baca terus, good job!!
    kau dihukum Tuhan lagi marathon??! kocak sekali!
    itu sebenarnya, Tuhan peduli pada anda, agar berat badan anda turun.
    Bersyukurlah.. wkakaa

    Good ff author! Lanjutkan! Harus!
    kalau tidak, saia akan berdoa siang dan malam, memohon agar Tuhan selau menghukummu lagi marathon terus!
    Hihihi
    P.S : saia masih menunggu lanjutan THRILL LOVE!!!

    • hehehe.. fe kun!
      berkunjung ke blog ak, iy kw cuma jadi figuran. wkwk.
      bl ak lanjutin ni, dina juga sudah suruh terus. Thrill love, mungkin tk dilanjutkan. ^^v ak ganti dgn ff lain okeoke..

Put Your Comment Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s