Kiss Me Oppa (oneshot)

Casts:

Choi Minho, Kim Ae Cha, Lee Taemin

Rating: PG-13

Genre: Romance, Fluff

Length: Oneshot

Disclaimer:

Ff ini terinspirasi dari komik lepas game of love karangan Shinozuka Hiromu, mungkin udah ada yang baca. Hehehe, jangan heran kalau terlalu banyak kesamaan. Saya masih belajar buat ff. hahaha

Enjoy it~

Ae Cha pov

“Annyeong! Teman-teman dari klub sepak bola sudah mau pulang ya?” sapaku pada mereka. “Ya, Ae Cha rupannya, Minho lagi ganti baju, tunggu saja sebentar lagi juga keluar.” Balas seseorang anggota klub. “Ye, gomawo sunbae!” aku membungkuk sementara mereka masih mengobrol. Aku duduk di tangga dekat ruang klub. “Ah itu dia.” Gumamku senang. “Minho oppa, aku sudah menunggumu, ayo pulang!” aku berlari menyonsong dan hendak memeluknya, namun ia bergeser cepat-cepat menghindar sehingga aku menubruk dinding. “Kok menghindar sih?” aku menngamit lengannya semangat. “Habis gayamu seperti mau menerkamku, lepaskan aku!” ujarnya. “Ah, oppa malu-malu.” Godaku. “Aku nggak malu.”balasnya. “Ae Cha semangat sekali ya! Taemin dia sekelas denganmu kan? Gimana dia di kelasnya?” celetuk seseorang anggota klub. “Ya gitu, dia penuh semangat.” Balas Taemin yang juga anggota klub. Mereka terus menggoda kami. “Ah, sudahlah, aku mau pulng.” Kata Minho oppa. Dia berjalan mendahuluiku. “Ah oppa! Chankaman!” Aku segera mengejarnya. Ia terus berjalan sementara aku harus setengah berlari untuk menyetarakan langkahku dengan langkah kaki panjangnya. “Oppa, jalannya pelan-pelan saja, aku mau bicara penting padamu.” Pintaku. Ia berhenti. “Apa?’ tanyanya datar. “Oppa, saranghae!” ujarku dengan muka semanis mungkin. “Aigo, kepalaku pusing.” Katanya tiba-tiba kemudian ia berjalan lagi. “Kok tiba-tiba mengeluh sih?” tanyaku. “Oppa, hari ini kan tepat sebulan kita jadian. Aku ingat sekali, saat itu aku pertama kali masuk sekolah, karena takut terlambat, aku lari-lari di koridor, dan tiba-tiba tersandung lalu jatuh. Saat itu aku malu sekali, semua orang menertawaiku, tapi oppa datang dan membantuku, oppa bilang, “kau tak apa? Apa ada yang sakit.” Saat itu aku terpana dan langsung jatuh hati padamu. Kemudian aku memberanikan diri untuk menembakmu, lalu kau menerimaku. Aku sungguh bahagia.” Ceritaku. “Terpaksa kuterima lantaran kau terus menyatakan perasaanmu walau kutolak.” Balasnya. “Ayo dong ciuman sebagai perayaan sebulan jadian, mudah-mudahan kita bisa langgeng.” Kataku. “Apanya yang langgeng?” ucapnya kesal. “Ah, sudah sampai di rumah, kasih ciuman perpisahan dong!” pintaku, aku menutup mataku dan bersiap-siap menerima ciuman.

Minho pov

Anak itu menutup matanya, selangkah, dua langkah, aku pun terus mundur diam-diam kemudian berlari menjauh kemudian sembunyi di balik tembok di pinggir jalan. “Oppa!” ucapnya membuka sebelah matanya. “Wa oppa, kok menghilang.” Ia celingak-celinguk kebingungan karena tak melihatku lagi. “Fiuh.”  Aku menghela nafas dan melanjutkan pulang ke rumah setelah memastikan anak itu sudah masuk ke rumah.

Ae Cha pov

 

“Huh, capek.” Aku menghempaskan badanku ke ranjang. Kemudian teringat tadi membeli majalah baru. Aku berjalan menuju tasku di meja dan tak lama mengaduk tasku, akhirnya kutemukan juga. Aku berbaring tertelungkup menopang kepalaku dengan sebelah tangan, kemudian mulai membolak balik halaman. Saat aku membaca edisi khusus tentang perasaan laki-laki, aku mulai tertarik. Aku membaca dengan serius, di situ tertulis, ‘Meskipin pacaran, namja tak mungkin mencium yeojanya bila tak suka.’ Aku berpikir sejenak. “Aku harus berusaha. Hwaiting!” aku menyemangati diriku sendiri.

* * *

Minho pov

“Ok,untuk hari ini sudah cukup latihannya.” Ujarku pada anggota klub. Aku berjalan mengambil handuk dan air mineral. Saat sedang minum Taemin datang menghampiriku. “Hyung, tadi Ae Cha pesan, katanya dia pulang duluan.” Tutur Taemin. ‘Tumben sekali, ia tak menungguku.’ “Hyung! Wae?” Ucap Taemin lagi. “Annio.” Balasku. “Ya sudah, aku pulang ya!” pamitnya. “Ye.”balasku.

* * *

“Aku pulang!” sapaku begitu masuk ke rumah. “Minho, ada temanmu yang datang, ia menunggu di kamarmu.” Ucap umma. “Ye umma, gomawo.” Balasku, umma hanya tersenyum-senyum. Aku naik ke atas, dan terus berpikir, siapa teman yang umma maksud tadi. “Kriet” aku membuka pintu perlahan. “Ah, oppa, kau sudah pulang, aku sedang menunggumu.” Kata sebuah suara dan menarik lenganku duduk di sampingnya.. Kukira tumben sekali ia tak minta pulang bersama, rupanya malah menunggu di rumahku. “Oppa, karena bosan, aku menunggu sambil nonton dvd, lihat oppa.” Ia mereplay adegan kissnya, lalu malah memajukan kepalanya padaku dan menutup mata. ‘Aish, mau apa lagi anak ini.’ Batinku. “Ya! Aku baru ingat kalo banyak PR, sebaiknya kau pulang saja, aku mau mengerjakannya sekarang.” Aku menariknya berdiri mengambil tasnya lalu mendorongnya keluar kamar. “Ini tasmu, sana pulang, hati-hati di jalan.” Ucapku dan cepat-cepat menutup pintu.

Ae Cha pov

‘Blam’ Pintu tertutup di depan mukaku. “Aish, dasar oppa, ia menghindar lagi.” Aku bergumam sendiri. Aku pun turun dengan gontai. “Ae Cha-ya sudah mau pulang?’ tanya umma Minho oppa. “Ah ye ahjumma, Minho oppa ada PR katanya. Aku pulang dulu ahjumma, sampai jumpa!” aku membungkuk sopan. “Ye, sampai jumpa.” Ahjumma pun membalasnya.

‘Apa oppa memang tidak menyukaiku, makanya ia tak mau menciumku? Ah, jangan berpikiran sepeeti itu, oppa kan pacarku, pasti ia menyukaiku. Mungkin aku memang harus lebih berusaha.’ Batinku. “Aha!” pekikku tiba-tiba di jalaanan sehingga semua orang melihatku aneh. Namun tak kuhiraukan, aku tersenyum yakin akan ide yang baru saja kudapatkan.

* * *

Ruang Klub

Ae Cha pov

“Hyung!” panggil seseorang. “Waeyo Taemin-ah?” tanya Minho oppa. “Blam!” aku membuka pintu ruang klub, “Taemin, pegang Minho oppa!” teriakku pada Taemin. “Mwo ya! Apa-apaan ini, Ae Cha, non anggota dilarang masuk ke sini!” kata Minho oppa. “Taemin, lepaskan aku, apa-apaan kalian?” seru Minho oppa lagi sambil memberontak saat bahu dan lengannya di pegan erat oleh Taemin agar tak bergerak. “Mianhe hyung, aku yak bisa menolak permintaan Ae Cha.” Kata Taemin. Aku berjalan mendekati oppa dengan tersenyum. “Oppa! Terimalah perasaanku yang dalam ini!” Aku menutup mata, memajukn wajahku mendekati wajahnya dan memajukan bibirku sedikit. “HENTIKAN ATAU KITA PUTUS!” teriak Minho oppa. Aku pun berhenti dan terdiam, sesaat kemudian, mukaku merengut seperti anak kecil yang sedang ngambek, namun mataku telah berkaca-kaca. Aku segera berlari dari tempat itu, aku tak mau menangis di depannya. Entah kemana saja, yang penting aku harus pergi dari sana.

Taemin pov

“HENTIKAN ATAU KITA PUTUS!” teriak Minho hyung. Ae Cha pun terdiam kemudian ia telah berkaca-kaca dan meninggalkan kami berdua tanpa berkata-kata lagi. “Hyung! Cepat kejar dia!” ucapku pada Minho hyung. “Kau saja yang mengejarnya” balasnya acuh. Dengan segera aku mengejar Ae Cha keluar, entah kemana ia pergi, namun mataku menemukan sosoknya yang tengah duduk menangis sambil membenamkan wajah di antara ke dua lututnya di padang ilalang di bukit belakang sekolah. Perlahan aku mendekatinya. “Ae Cha!” panggilku.

Ae Cha pov

“Ae Cha!” panggil seseorang yang kutahu itu adalah Taemin. Aku mendengar langkah kakinya yang semakin mendekat dan telah duduk di sampingku. “Taemin!” rengekku padanya. Aku memeluknya erat. Dan ia membalasnya. “Taemin, ternyata Minho oppa memang tak menyukaiku, ia tak menyukai anak kecil yang manja seperti aku.” Aku berbicara dalam pelukannya sambil sesenggukan. “Siapa bilang?” kata Taemin tiba-tiba. Ia melepaskan pelukannya dan menatapku lekat. “Kau itu gadis yang menarik, kau selalu bersemangat dan ceria, justru itulah yang membuat semua namja akan suka padamu. Ae Cha, aku menyukaimu!” kata Taemin yang membuatku shock. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku dan mulai menutup matanya sedangkan aku hanya terdiam, saat wajah kami tak lebih dari 5 cm, tiba-tiba ada sebuah suara mengagetkan kami.

“Apa yang kau lakukan bocah bodoh!” aku mendongak ke asal suara dan mendapati Minho oppa tengah menjitak kepala Taemin. “Ah, apoyo, sakit hyung, aku tak melakukan apa-apa pada yeojamu.” Ujar Taemin yang kaget melihat Minho. “Pergi sana!” usir Minho. Taemin yang terlihat sedikit kesal pun akhirnya pergi menjauh. Saat aku hendak melangkah pergi, Minho oppa menarik tanganku. “Kau mau kemana?” tanya Minho oppa. “Oppa, kita putus saja.” Ucapku. “Anni, aku tak mau putus.” Balasnya santai. “Sudahlah, lebih baik kita putus saja, tadi saat aku mau menciummu, kau bilang hentikan atau putus, dan itu memang keinginan oppa kan? Oppa mau putus dariku kan? Aku tahu selama ini oppa tak pernah menyukaiku, oppa baik makanya mau jadi pacarku, tapi sekarang oppa boleh lepas dariku, kita putus saja!” emosiku meledak saat itu, dan aku menangis lagi. Namun sepasang lengan menarikku ke tubuh Minho oppa yang hangat. Aku ingin memeberontak tapi tak bisa, Aku tak dapat memungkiri bahwa aku sangat menyukai Minho oppa. “Anak bodoh, maksudku bukan seperti itu. Awalnya kukira aku tak akan mungkin menyukai yeoja serampangan dan urakan sepertimu, namun aku salah, aku telah jatuh hati padamu. Saranghae.” Suara rendahnya masuk dan menggema ditelingaku. Ia menunduk dan mendekatkan mukanya ke mukaku, aku dapat merasakan hembusan nafasnya, sejenak aku menutup mataku dan ‘Cup’ Aku membuka mataku dan melihatnya yang terkikik geli. “Aku akan mencium bibirmu saat kau telah berumur 17 tahun!” katanya lagi. “Aish, pabboya! Aku malu sekali, ternyata ia hanya mencium pipiku.” Rutukku dalam hati. Tapi tak apalah, itu bukan hal penting, yang penting adalah Minho oppa benar-benar mencintaiku. Aku tersenyum melihatnya yang tengah menertawaiku. “Ok, aku akan menagih janjimu 2 tahun lagi!” ucapku berjinjit dan mencium pipinya sekilas, kemudian pergi mendahuluinya.

FIN

Read + Comment = 😀

gomawo *bow*

서 은큥

Advertisements

4 thoughts on “Kiss Me Oppa (oneshot)

Put Your Comment Here

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s